Family outing minggu lalu boleh dibilang dalam rangka aji mumpung. Mumpung keluarga Blitar lagi ke Gresik (efek pernikahan saudara), mumpung kakak Alvin udah kelar UKKnya, dan mumpung dapat sponsor buat jalan-jalan ke luar kota, hehehe.
Daerah Pacet - Mojokerto, jadi tujuan outing kali ini. Kenapa? Alasannya sederhana, kami memang jarang kesini, hehehe. Biasanya kalo mau outing, cuma seputar Gresik - Lamongan, atau Surabaya - Malang. Kalaupun ternyata pernah sampai ke Blitar, Solo, Tulungagung, Semarang, Jakarta, itu pasti karena ada tujuan lain. Entah itu karena alasan pulang kampung (mudik), silaturahmi, tugas kantor Pak Dirut, atau ada pernikahan saudara.
Berdasarkan rekomendasi Tante Melly (adik ipar), tempat yang kami kunjungi akan cocok buat anak-anak, "Ada kolam pancingnya lho mbak! Alvin dan Keenan pasti suka. Tempatnya dingin, kayak di Malang!". Ah, adik ipar satu ini mah paling pinter bujuk rayu buat pergi jalan-jalan.
*****
Tiba di Lesehan dan Pemancingan "Meru" Pacet, Mojokerto.
"Yank, tas pancingnya mana? Tadi bawa kan?", tanyaku pada Pak Dirut.
"Astagfirullah hal adzim", jawabnya kaget. "Aku lupa dik! Kan mau mancing ya." *Nah lho.. family outingnya mau mancing tapi lupa peralatan memancingnya. Hadeeehh..*
Tengak-tengok melihat sekitar, mata ini tertuju pada bilah-bilah bambu yang berdiri bergerombol, "Nah itu! The show must go on!". Dengan bilah-bilah bambu hasil rombakan Pak Dirut, para krucils mulai memancing.
"Strike!", umpan Om Erwin dimakan ikan. Bilah bambunya melengkung tertarik gerak ikan yang berusaha melepaskan diri. Para krucils bersorak, "ikan..ikan!". Strike berikutnya secara berturut-turut diikuti oleh Pak Dirut dan Alvin. Sayangnya, karena ukuran ikan Alvin terlalu berat dibanding bilah bambunya, ikan itu terlepas. Raut wajah sedih menghiasi wajahnya. Sedikit kesal, tapi dia kembali meluncurkan kailnya ke dalam air. "Strike!". Alhamdulillah, akhirnya Alvin berhasil juga mengangkat seekor nila merah.
Pengamatan Alvin
Ketika keluarga yang lain sedang asyik memancing, Alvin malah menanyakan pada saya sebuah pertanyaan.
"Ma, coba tebak, ada berapa banyak ayam disini?", tanya Alvin padaku.
Pertanyaan yang menyadarkanku akan sekeliling. Saya memang melihat ada kurungan ayam di sekeliling kolam pancing. Tadinya saya memang berniat membawa anak-anak berkeliling setelah mereka puas memancing, tapi rupanya Alvin telah berkeliling lebih dulu.
"Ada berapa ayam memangnya, kak?", tanyaku.
"Ada sepuluh. Coba-coba sini ma. Tak tunjukkan!", dia menarik tanganku. Membuatku tergopoh-gopoh mengikutinya.
Dia menunjuk kandang pertama yang posisinya paling jauh.
"Yang disana ada 2 ayam. Keliatan nggak, ma?", dia menunjukkan kandang ayam yg paling jauh.
"Iya, ada dua. Terus?", tanyaku padanya
Dia kembali menarik tanganku menuju kandang kedua.
"Yang itu, ada 2. Kelihatan? Berarti empat kan ya jumlahnya", jelasnya
"Yup..betul sekali", aku manggut-manggut.
Kemudian dia menggiringku menuju kandang ketiga.
"Coba ma, lihat yang ini! Ada berapa ayamnya?", tanyanya sambil menunjuk kandang ketiga.
"Satu", jawabku.
"Dua, mama! Masing-masing kandang itu ada dua ayam! Coba lihat lagi!", perintahnya.
Aq coba memperhatikan sekeliling kandang, tapi memang tidak terlihat ayam lain selain seekor ayam jago, "Cuma satu, kak!", kataku.
"Aduh, coba perhatikan atasnya, ma! Itu ada ayam satu lagi disitu tho! Berarti dua kan!", katanya menjelaskan.
Olala.. pandanganku luput dari sudut atas atap kandang. Entah bagaimana ceritanya ayam itu bisa nangkring di kayu bagian dalam atap kandang. Dan ternyata, Alvin memperhatikan semua sudut kandang itu dengan seksama. Great job, kakak! Semoga kelak dengan kemampuan ini, kakak mampu "mengamati" setiap tanda kebesaran Allah SWT yang terhampar di muka bumi ini ya, supaya kakak semakin cinta pada-Nya. Amin.
Dia pun terus membawaku berkeliling untuk menunjukkan kesepuluh ayam yang dia maksud. Ternyata di setiap kandang ayam dihuni seekor ayam jantan dan ayam betina. Tanpa dia sadari sebenarnya kali ini dia belajar matematika kelipatan dua melalui ayam.
Mumpung sedang mengamati ayam, kuajukan beberapa pertanyaan padanya untuk memancing intelektual curiousity-nya, "Coba perhatikan lagi kandangnya, kak! Kira-kira mana yang ayam jantan, mana yang ayam betina? Apa bedanya? Kalau ayam berkembang biak dengan cara apa? Apa saja makanan kesukaan ayam? Kalau dari ayam kira-kira bisa dapat manfaat apa aja ya? Apa yang kakak suka dari ayam? Kenapa?".
*****
*Grodok...grodok...grodok!*
Hujan turun..
Allahumma shoyiban nafian
Kami berlarian menuju bilik lesehan yang pesan. Hujan, rupanya tidak mampu menghentikan keinginan anak-anak untuk terus memancing. Satu per satu ikan berhasil diangkat.
Alhamdulillah, akhirnya ikan seberat 2,3 kg berhasil menjadi buah tangan untuk Akung dan Uti Gresik hari itu.
#familyouting
#ODOPfor99days

Tidak ada komentar:
Posting Komentar