14 Januari 2016

Nikmat Sehat dan Nikmat Sakit


Sore ini, untuk kelima kalinya, saya harus mengunjungi lab ternama di Kota Pahlawan ini. Dua kali untuk general check up tahunan, dua kali untuk tambahan pemeriksaan, dan satu kali untuk pengambilan hasil. Awal tahun ini, Allah SWT sedang menguji saya dengan nikmat sakit. Alhamdulillah. Insya Allah menjadi bahan introspeksi diri. Tak ingin hanya terpaku pada dugaan saja, pemeriksaan laboratorium juga perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa dokter. Semoga ikhtiar ini memperoleh nilai tersendiri dihadapan-Nya. Amin ya rabbal alamin.


***

Sehat dan sakit, dua kondisi yang datang silih berganti dan dialami oleh semua orang. Nyaris tak ada satu orang pun di dunia ini yang kebal terhadap sakit. Begitu pula sebaliknya. Mungkin hanya beda cara menyikapinya saja. Bukanlah tidak ada satu pun kejadian di dunia ini yang terjadi tanpa izin-Nya? Percayakan saja semua pada-Nya! Bukankah Dia pencipta skenario yang amat hebat?


Sehat, sebuah kenikmatan besar yang diberikan oleh Allah SWT yang seharusnya membuat manusia semakin bersyukur dan lebih dekat dengan-Nya.

sumber gambar : kompasiana.com
Inilah satu diantara dua nikmat yang seringkali membuat manusia tertipu. Kenapa tertipu? Karena kebanyakan dari kita lupa tidak mengambil manfaat dari karunia-Nya tersebut. Ketika dalam kondisi sehat, seringkali kita malah menjalani pola hidup sebaliknya. Berbagai macam makanan kita masukkan ke dalam tubuh tanpa peduli apakah itu menyehatkan atau tidak. Kita hanya peduli jika makanan tersebut enak di lidah saja. Bukan hanya itu, seringkali kita bahkan lupa memanfaatkan nikmat sehat untuk menebar berbagai kebajikan di jalan-Nya. Kita hanya peduli dengan aktivitas dunia saja. Bahkan mungkin sebagian dari kita ketika dalam kondisi sehat justru melupakan-Nya. Naudzubillahi min dzalik. 

Lantas kenapa sakit juga disebut nikmat? Itu versi saya sih sebenarnya, hehehe. Mungkin sebagian dari kita akan menganggap sebaliknya. Sakit bukan kenikmatan. Sakit itu hukuman, kutukan, atau hal-hal buruk lainnya. Naudzubillahi min dzalik. Sayangnya saya tidak ingin menganggapnya demikian. Bukankah kita harus selalu berbaik sangka kepada-Nya? :)


sumber gambar : hasmidepok.org
Sakit menjadi sebuah kenikmatan karena Allah SWT sayang dengan kita. Allah SWT sedang ingin melihat seberapa serius kita mencintai-Nya. Allah SWT sedang ingin melihat seberapa sabar kita menghadapi ujian-Nya? Trus kalau sabar dan lulus ujian-Nya? Insya Allah, Allah SWT akan menggugurkan dosa-dosa kita. Itu alasan mengapa sakit juga menjadi sebuah kenikmatan tersendiri, karena sakit itu penghapus dosa. Jadi, bersabarlah! :)

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu bersyukur atas nikmat sehat yang telah diberikan-Nya! Dan semoga pula kita termasuk orang-orang yang bersabar atas nikmat sakit yang sedang diujikan pada diri kita! Amin ya rabbal alamin. :)

#ntms


#ODOPfor99days #Day 9








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...