"Ma, bagus nggak karyaku?", kata Alvin sambil menunjukkan hasil karyanya malam itu.
"Wuih, keren kak! Siiipp!", jawabku bersemangat. "Itu mobil balap diangkut sama mobil derek ya, kak?", tanyaku penasaran.
"Iya. Tunggu ya, ma! Tak buatkan bengkelnya dulu. Mobil balapnya ini rusak", jawabnya kemudian
Kulihat dia kembali asyik bergulat dengan tumpukan lego classic-nya.
Lego, inilah salah satu jenis mainan yang berhasil membuat Alvin bertahan lama memainkannya. Satu jenis mainan lainnya lagi adalah Dinosarus dan berbagai koleksi tentangnya.
Awalnya bukan lego yang dimainkan Alvin, tapi mainan plastik yang biasa kita kenal dengan sebutan "Block". Sebenarnya perkenalan Alvin dengan lego baru dimulai sekitar satu tahun yang lalu. Tapi kebiasaan main bongkar pasang dengan berbagai mainan plastik sejenis block dan lego ini, sudah dimulai ketika ia masih berumur 2 tahun.
Sejak kecil, begitu disuguhi block, dia bisa langsung tenggelam dalam imajinasinya. Duduk manis dan tak akan beranjak hingga selesai membuat sebuah bentuk. Mobil, truk, robot, rumah, tower, tank, apapun yang muncul dalam imajinasinya saat itu, bisa langsung berubah wujud dalam bentuk karya tiga dimensi di tangannya.
Memang awalnya tidak jelas bentuknya. Dia bilang itu mobil, tapi yang terlihat oleh saya cuma susunan blok persegi panjang. Well, cukup miriplah dengan badan mobil, meski belum memiliki roda. Ah, imajinasi anak-anak memang luar biasa.
Lambat laun kemampuan menyusun berbagai bentuk terus bertambah. Robot yang pernah dibuatnya telah menyerupai desain robot betulan. Sayangnya semua dokumentasi karya Alvin musnah di gadget lama.
Semenjak mengetahui kesukaannya itu, ditambah terpesona ketika melongok ke dalam Lego Shop di salah satu mall dekat kantor, akhirnya dengan sadar membobol tabungan untuk beli 1 box lego classic di sebagai hadiah ultah Alvin yang ke-5, hahaha.
Entah tenaga apa yang dimilikinya saat itu. Malam hari dapat lego, Alvin langsung mengutak-atik legonya hingga setengah tiga pagi keesokan hari. Byuh..byuh..!
Sejak kenal lego, mainan block mulai ditinggalkan. Tidak selalu main lego sih, kadang main dino, mobil-mobilan, atau mainan yang lain. Tapi kalau sudah bosan, selalu balik ke lego. Entah apa yang membuatnya bertahan lama, padahal ukurannya aduhai mini sekali. Bahkan menurut saya, lego ini tergolong benda renik, hehehe. Pernah suatu hari beberapa lego Alvin ikutan kena sapu karena saya pikir kotoran, untung Alvin notice kalau itu legonya.
Yang bikin saya heran lagi, koq ya nggak bosan-bosan bongkar pasang terus. Sudah bikin kapal keren, langsung dibongkar lagi, ganti bikin mobil. Baru ditunjukkann karya barunya ke saya, belum sempat difoto, lha koq sudah dibongkar lagi. Ah, kakak!
Berbagai bentuk pernah dibuatnya, termasuk tank masa depan yang pernah dapat pujian bunda di sekolahnya. Perkembangannya pun semakin meningkat. Jika dulu Alvin suka melihat buku instruksi ketika membuat bentuk, sekarang hampir semua bentuk dibuat berdasarkan imajinasinya, seperti karyanya kali ini. Teruslah berkarya, sayang!
#ODOPfor99days #Day63



Tidak ada komentar:
Posting Komentar