31 Maret 2016

Menelusuri Passion melalui Pena


Hari ini giliran saya kena SOD di grup IIP Surabaya #3. Kamis, jadwalnya tema Bunda Produktif. Tema yang selalu bikin saya deg-degan dan gemetar. Berharap tidak pernah kena giliran SOD tema ini, hehehe. Entah karena sebenarnya saya ini belum produktif, atau karena saya kebingungan dengan passion diri sendiri. Ah, bisa jadi keduanya. Apalah daya, ketika akhirnya kena giliran SOD tema ini juga. 

Sejujurnya saya ini termasuk orang yang masih gagap memahami passion saya sendiri. Kalau ada orang bertanya passion saya apa, pasti saya cuma bisa garuk-garuk kepala, hehehe. Mungkin bisa jadi karena saya memang belum paham makna passion yang sebenarnya. Passion ini makanan apa ya? *nah kan* 


Ketika membaca buku Bunda Produktif Seri Ibu Profesional #3, saya melihat para bunda hebat melaju menjadi bunda produktif melalui passionnya. Mereka menghasilkan karya melalui kegiatan yang mereka sukai. Memupuk dengan ikhtiar, ilmu, dan doa. Hingga akhirnya melejit menghasilkan karya nyata. Sementara saya masih harus merangkak menelusuri passion saya satu per satu. Termasuk dunia tulis menulis ini. Tak apalah, toh banyak orang terkenal yang baru menemukan passionnya di usia senja. Agaknya pepatah lama itu memang benar, "Tak pernah ada kata terlambat selama kita mau terus berusaha".


Sumber : pwrites.princeton.edu


Perkenalan dengan dunia tulis menulis dimulai ketika saya tertarik untuk membuat blog, hingga membawa saya berguru pada Mbak Mira Julia (Digital Mommie). Well, akhirnya jadi juga sebuah rumah maya bernama Rumah Agrapana. Jangan bertanya dulu soal niche rumah maya ini. Semua tulisan yang dibuat di dalamnya masih dalam rangka menguatkan otot-otot menulis saya, sekaligus mencipta sistem autopilotnya.

Dari kegiatan blogging inilah saya belajar secara virtual dengan para mastah dunia penulisan. Blogwalking, bergabung dengan komunitas blogger, seperti Blogger Perempuan dan Kumpulan Emak Blogger - adalah bagian dari upaya saya untuk menguatkan sekaligus mengembangkan kemampuan menulis. 

Sedikit curcol, ternyata migran dan vertigo saya juga menghilang setelah sering menulis, hihihi. Alhamdulillah. Mungkin karena otak saya overload kata-kata. Terlalu banyak diam memendam kata, hingga memicu otak overheat. Menyadari hal itu, sekarang jadi semakin sering menulis. Hanya saja, saya perlu waspada terhadap waktu menulis. Kenapa? Ide menulis itu suka muncul tiba-tiba. Kalau sudah begitu, tangan ini secara spontan memaksa untuk segera menulis. Kalau tidak, ide yang baru saja ditangkap bisa langsung menguap. Akhirnya beberapa kali pernah mencuri waktu untuk menulis ketika jam kerja. Bahkan, pernah menghasilkan satu tulisan ketika sedang rapat. Hadeehh, yang ini jangan ditiru ya! *tutup muka* 

Hhhmmm.. rasanya perjalanan menulis saya masih cukup panjang. Terus menguatkan tekad, memompa semangat, memupuk tulisan dengan ilmu, juga belajar dari ahlinya - adalah kontrak diri yang telah dibuat. Lantas, apakah menulis adalah passion saya? Apakah saya menjadi produktif di dunia penulisan nantinya? Biarlah waktu yang menjawabnya. 



#ODOPfor99days #Day64
#ajourneytofindmypassion

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...