29 Maret 2016

Kursi dan Imaginasi Anak


www.stonesfinds.com


Kursi, kalau dicari pengertiannya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan tempat duduk yang berkaki dan bersandaran. Kursi juga dikenal sebagai salah satu perabot rumah tangga yang berfungsi sebagai tempat duduk. Kalau dilihat dari wujudnya di era modern saat ini, bisa berupa kursi tamu, kursi makan, kursi taman, kursi kantor atau bahkan kursi roda. Namun  tetap tidak bisa dinafikkan gunanya kursi tetap untuk duduk. Iya kan?


Lain lagi ceritanya jika "perabot berkaki dan bersandaran" ini bertemu dengan anak-anak. Kursi, yang kegunaan awalnya untuk duduk, bisa mendadak beralih fungsi. Kursi bisa jadi mobil-mobilan, dengan cara dinaiki, didorong-dorong supaya jalan, atau bahkan dibolak-balik jadi model mobil impian. Kursi juga bisa jadi kereta-keretaan, dengan cara menjajarkan beberapa kursi ke belakang, kemudian dinaiki dengan beberapa teman. Kursi bahkan bisa jadi drum, dengan cara dipukul-pukul dengan bantuan tongkat hingga menimbulkan bunyi.

Kalau di mata putra bungsu saya, selain empat fungsi diatas, kursi adalah "sahabat tumpuannya". Tumpuan ketika ingin loncat-loncatan. Tumpuan ketika mau bikin susu (efek meja yg ketinggian). Tumpuan ketika mengambil benda-benda yang letaknya lebih tinggi dari ukuran badannya. Atau bahkan tumpuan ketika dia ngriwuki saya yang lagi cuci piring, hehehe.

Ternyata menurut beberapa orang tua, kegiatan ekplorasi anak-anak tersebut, dianggap sebagai kegiatan yang mengganggu, juga melelahkan. Ada rasa capek ketika melihat anak berulang kali mendorong, menjungkir balik, memukul, atau naik turun kursi. Bahkan saking penatnya, beberapa orang tua kemudian dengan mudahnya memberi label "nakal" pada anak-anak tersebut. Hhhmmm.. benarkah?

*****

Menurut buku "Alhamdulillah, Anakku Nakal" karya Miftahul Jinan dan Choirus Syafrudin (Filla Press), ada beberapa penyebab kenapa anak suka "mengeksplorasi" kursi : 

  1. Kursi adalah tempat nyaman yang bisa digunakan untuk beragam kepentingan anak. Bisa diduduki, bahkan dipolafungsikan sesuai kemauan anak.
  2. Kursi adalah media eksplorasi bagi anak.
  3. Kursi adalah tantangan bagi anak. Bukan pekerjaan melelahkan, karena gerak dan aktif adalah karakter anak.
  4. Kursi adalah "sahabat" dalam petualangan imaginasinya.
  5. Kursi adalah sumber inspirasi anak. Beragam desain dan bentuk kursi dapat menggugah selera anak.

Dari penjelasan diatas, bisa diketahui jika anak-anak masih kental dengan imaginasi. Apapun benda yang bisa dipakai untuk menyalurkan imaginasinya, maka benda itulah media petualangannya, termasuk kursi.

Beberapa tips dari buku ini bisa jadi rujukan untuk mengarahkan anak agar mampu mengelola imaginasinya dengan media yang tepat. Apa saja tipsnya?

  1. Berikan gambaran fungsi kursi yang sebenarnya dalam bahasa imaginasi anak. Misal, "Kursi itu buat duduk, sayang. Kalau kursinya dinaiki, didorong, dipukul, dijungkir balik, nanti kursinya bisa nangis. Cuma sesama kursi lho yang tahu kalau mereka lagi nangis".
  2. Luangkan waktu untuk bermain bersama anak menggunakan obyek/media lain. Bisa memakai tanaman, bebatuan, kertas bekas, tanah liat atau benda lainnya. Ajak anak berdialog untuk menjelalah imaginasi kreatifnya.
  3. Ajak anak ke arena outbond, supaya energi mereka tersalurkan pada media yang tepat.
  4. Manfaatkan games dan edutainment di komputer dengan pengawasan dan pertimbangan plus minusnya.
  5. Ajak anak ke tempat yang seringkali hadir dalam imaginasinya. Misal, bengkel mobil, stasiun kereta, studio musik, outbond area, kebun binatang, pantai, atau pegunungan. Tujuannya agar imaginasi anak berkembang dengan panduan obyek riil. Dengan demikian, konsep berpikir anak yang awalnya berupa imaginasi, semakin mengarah pada realita.

*****

Nah kalau menurut saya, kegiatan ekplorasi anak-anak diatas, juga bagian dari penguatan fisik atau motorik kasar mereka.
Semoga kita semakin bijak menjadi orang tua bagi putra putri tercinta. :)


Sumber : 

Alhamdulillah, Anakkku Nakal, Miftahul Jinan dan Choirus Syafrudin, Filla Press, Cetakan Keempat.



#ibupembelajar
#ODOPfor99days #Day62

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...