15 Februari 2016

Tentang 14 Februari


14 Februari.. Hari spesial buat pasangan yang lagi kasmaran. Bunga, coklat, boneka, candle light dinner semacam jadi hadiah wajib buat orang-orang yang merayakan palentine. Buatku? Jelas malu sama umur urusan beginian.

Tapi 14 Februari tetap akan jadi hari spesial untuk keluarga kami, terutama untuk perempuan istimewa yang begitu berarti.. Guru Pertamaku.. Sekolah Pertamaku..


****

Seorang perempuan sedang tergolek lemah di pembaringannya. Hampir seminggu beliau dirawat di rumah sakit milik angkatan laut ini. Badannya semakin lemah, suaranya pun semakin tidak terdengar. 

Setiap kali beliau menggerakkan bibir, kami harus dengan sigap mendekatkan telinga kami. Satu per satu kalimat dibisikkan melalui telinga kami. Beberapa kali beliau minta dibantu duduk, capek berbaring sepertinya. 

Walaupun demikian, upaya untuk terus makan dan sholat tidak pernah ditinggalkan. Sesuap demi sesuap bubur halus berusaha ditelan, walau harus menahan sakit luar biasa. Terkadang makanan tersebut harus keluar lagi dalam bentuk muntahan. Ya.. Lambung beliau sudah dalam kondisi akut, sehingga produksi asam lambungnya sudah ada pada level tertinggi. Belum lagi radang tenggorakan parah menambah daftar rasa sakit beliau. Ah, hasil lab beliau juga membuat miris hati kami. 

Berada di pembaringan tidak memupus semangatnya untuk terus melaksanakan perintah-Nya. Ketika adzan selesai berkumandang, beliau selalu memberi kode kepada kami untuk tidak mengganggunya. Diambilnya tayamum dan segera menunaikan sholat. 

Sumber : tophdimgs.com
14 Februati 2016.. Tahun ini ibu kami tercinta merayakan ultahnya dengan berbaring. Tak ada kue cokelat kesukaan, bunga, ataupun makan malam nasi bungkus bersama ala keluarga kami. Saat ini kami hanya ingin terus menemanimu. Terus berada di sampingmu. Rasanya tak ada hadiah terindah yang bisa kami berikan kecuali doa tulus dari hati kami demi kesembuhanmu. Akan kami timbun terus doa kami menjadi gunungan doa untukmu, ibu.. Selalu..

Semoga Allah SWT berkenan mencatat setiap kebaikan yang kami lakukan sepanjang hidup kami, kemudian mengalirkannya menjadi pahala untukmu, ibuku.. Amin ya rabbal alamin.

Tak genap rasanya gunungan doa kami tanpa ucapan terima kasih padamu :
Terima kasih telah melahirkan kami.. 
Terima kasih telah bersusah payah merawat dan membesarkan kami.. 
Terima kasih telah mendidik kami, menjadi guru pertama juga sekolah pertama kami.. 
Terima kasih selalu memberi teladan terbaik untuk kami.. 
Terima kasih tak terhingga untukmu ibu.. 

Syafakillah, ibu.. 
Selamat ulang tahun, pahlawan perempuanku..




#ODOPfor99days #Day31

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...