![]() |
| Sumber : grup fb One Day One Post for #99days |
Subhanallah. Alhamdulillah. Allahu Akbar.
Yeeeay!.. Lolos juga di 33 hari pertama Tantangan Menulis One Day One Post for 99 days. Fiuh! Detoks 33 hari pertama ini benar-benar aduhai. Berasa keliyengan euy. Lebay deh, hehehe.
Namanya juga detoks. Tujuannya kan untuk membuang racun. Racun? Iya, racun malas menggerakan otot tangan dan otot jari untuk menulis, termasuk juga racun malas mikir.
Oke, gimana review perjalanannya? Hhhmmm.. dibilang perjalanan panjang, tentu saja belum. Ini baru sepertiganya. Dibillang perjalanan pendek, nggak juga. Lumayan panjang buat saya yang baru belajar nulis.
Apa saja yang sudah berhasil?
Konsisten menulis tiap hari sudah. Semoga 33 hari kedua lebih konsisten posting tiap hari sekaligus mahir menyusun menu tulisan! Amin.
Oke, gimana review perjalanannya? Hhhmmm.. dibilang perjalanan panjang, tentu saja belum. Ini baru sepertiganya. Dibillang perjalanan pendek, nggak juga. Lumayan panjang buat saya yang baru belajar nulis.
Apa saja yang sudah berhasil?
- Pertama, berhasil konsisten nulis tiap hari. Menjaga konsistensi, bukan pekerjaan yang mudah memang. Ibarat telur, saya ini baru belajar membuat cangkangnya retak. Apa yang kemudian bikin kekeuh nulis? Teman-teman di #ODOPfor99days tentu saja. Mereka dengan berbagai latar belakang juga seabrek kesibukan, tapi masih konsisten posting tulisan tiap hari.
- Kedua, berhasil nambah teman juga nambah ilmu baru. Ketika akhirnya nyebur di #ODOPfor99days, jadi sering blogwalking baca tulisan teman-teman. Judulnya nambah amunisi menulis. Banyak teman, banyak ilmu, sama dengan banyak ide tulisan.
Apa saja yang masih gagal?
- Namanya juga One Day One Post, tujuannya kan supaya konsisten nulis dan posting tiap hari. Konsistensi menulisnya benar sudah dilakukan tiap hari. Kadang di kantor, di angkot, di ruang tunggu, atau di rumah. Kadang pagi hari sebelum subuh, kadang siang hari pas jam istirahat, atau malam hari setelah suami dan anak-anak tidur. Cuma nyetornya itu yang suka overtime. Kadang malah posting setelah dapat comment closed dari para ketua kelas. *tepok jidat*
- Apa kendalanya? Diri sendiri, hehehe. Kebiasaan suka baca tulisan sendiri di rumah maya ini, juga menulis di laptop. Melihat tulisan terpampang rapi. Lengkap dengan gambar, juga sumber tulisan. Sementara ketika dapat ide menulis, malah nulis di handphone. Sementara handphonenya ndak mumpuni untuk masuk ke blogger. Jadi butuh waktu buat mindahin bikin tulisan di rumah maya, termasuk setting sana sini. Padahal para ketua kelas sudah mempermudah cara posting tulisan. Bahkan dengan capture screen tulisan di note handphone juga diperkenankan. Jelas kan siapa yang mempersulit diri, hehehe. Maaf ya para ketua kelas!
Rencana apa saja untuk 33 hari ke depan?
- Menemukan cara efektif untuk setor tulisan tepat waktu sesuai maksud hati. Sampai hari ini masih browsing gimana caranya bisa masuk ke aplikasi blogger dari handphone. Jadi nggak perlu kerja dua kali buat mindahin tulisan. Semoga nggak perlu ganti handphonenya.
- Idealnya, ketika harus menyetor tulisan tiap hari, maka rencana tulisan juga harus dibuat sebelumnya. Seperti kegiatan memasak di rumah, menu sudah disusun untuk seminggu kedepan. Menulis, juga harus disusun pula menu tulisan untuk seminggu ke depan. Bismillah.
Konsisten menulis tiap hari sudah. Semoga 33 hari kedua lebih konsisten posting tiap hari sekaligus mahir menyusun menu tulisan! Amin.
So, keep writing!
#ODOPfor99days #Day34

Tidak ada komentar:
Posting Komentar