5 Februari 2016

Making a chocolate ala Alvin


Siapa yang suka cokelat? *ikutan tunjuk tangan*

Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.

Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia. Selain dikonsumsi paling umum dalam bentuk cokelat batangan, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Ternyata sejarah cokelat ini cukup panjang lho. Cokelat mula-mula diperkirakan tumbuh di Amazon Utara sampai Amerika Tengah. Setelah itu berkembang hingga sampai di dataran Eropa. Biar nggak kepanjangan ceritanya disini, monggo detilnya bisa dibaca disini, hehehe

Judulnya anak-anak saya demen banget sama yang namanya cokelat. Mulai dari permen cokelat, es cokelat, kue cokelat, sampai puding cokelat. Pokoknya segala makanan yang ada taburan atau isi si hitam manis ini, pasti langsung dilahap. Eh, tapi bukan cuma anak-anak lho yang suka. Dapat bocoran dari ibu mertua, Pak Dirut ini paling demen ama coklat. Pantes aja kalo ada yang ultah mintanya kue dari Dapur Cokelat terus.

Nah, pas beli beberapa bahan di toko bahan kue, saya ketemu sama ibu muda. Dia keliatan asyik banget milih cetakan kecil dari silikon. "Itu buat apa, mbak?", tanya saya. "Buat bikin cokelat, mbak", jawabnya kemudian. Penasaran, saya tanya detilnya. Dia pun memberi penjelasan. Hhhmmm.. sepertinya mudah. Patut dicoba! Anak-anak dan Pak Dirut pasti suka!

Akhirnya ikutan memilih cetakan cokelat. Setelah memilih satu wadah cokelat untuk lollypop dan stiknya, saya bergegas turun menuju tempat cokelat batangan. Collata milk chocolate menjadi pilihan saya untuk eksperimen membuat cokelat. 

Sampai di rumah segera memanggil pasukan sholih kami dan mengajak mereka bereksperimen di Kitchen Lab Rumah Agrapana. Ngliat emaknya berusaha melelehkan cokelat, Alvin pun tergerak untuk mencoba. "Ma, aku mau coba!", pintanya. Kuizinkan dia melanjutkan membuat cokelatnya jadi leleh. Setelah dicoba, malah dia tidak mau berhenti eksperimen. Endingnya Alvin yang mengerjakan eksperimennya, saya hanya memberikan instruksi saja. 

Kali ini bukan karya saya yang dibuat di Kitchen Lab Rumah Agrapana, tapi karya Alvin. Seperti apa step-by step bikin cokelat?.. This is it.. Making a chocolate ala Alvin. 


Bahan : 
  1. Collata Milk Chocolate ukuran sedang.
  2. Stik coklat
  3. Wadah cokelat berbentuk lollypop. Untuk wadah sesuai selera
Cara membuat : 
  1. Masukkan cokelat batang ke dalam wadah tahan panas. 
  2. Masak cokelat di dalam panci berisi air mendidih hingga cokelat meleleh. Pastikan tidak ada air yang masuk ke dalam wadah cokelat.
  3. Angkat cokelat setelah matang.
  4. Pasang stik pada wadah lollypop, kemudian masukkan cokelat sedikit demi sedikit ke dalam wadah. Pasang stik ini juga bisa dilakukan lebih dulu di awal, seperti yang dikerjakan Alvin.
  5. Masukkan cokelat ke freezer supaya mengeras.
  6. Lollypop cokelat siap dinikmati.

Hhhmmm.. rasanya bener-bener mantab. Nggak kalah ama cokelat yang dijual di mall, hehehe. Eksperimen kali ini bukan cuma soal rasa, tapi punya nilai lebih. Sisi edukasinya pun ikutan jalan. Alvin belajar membuat cokelat sendiri. Dia belajar pretend play menjadi seorang chef. Good job, kakak! *setelah selesai makan, pada digiring ke kamar mandi buat gosok gigi*

Let's having a fun cooking with kids! ;)
Semoga bermanfaat!

Sumber : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Cokelat


#ODOPfor99days #Day25



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...