8 Februari 2016

KonMari Isi Laci (Part 1)


Libur tlah tiba.. Libur tlah tiba.. Hore..hore..hore! *nyanyiin lagunya Tasya*

Liburan ngapain aja? Well, edisi khusus menghadiri pernikahan saudara sepupu di Pasuruan. Enak dong sekalian jalan-jalan? Hhhmmm..pengennya sih, sayangnya cuacanya lagi nggak bersahabat. Jadi kita memilih langsung pulang dan stay at home sambil beberes rumah.

Sejak baca tulisan Teh Shanty tentang Konmari disini, asli langsung jatuh cinta. Nggak heran kalau seni mengorganisasi rumah ala Marie Kondo ini begitu menginspirasi. Begitu search di YouTube, wuih langsung keluar bejibun informasi tentang Konmari. 

Iyak, kita mulai! Bagian mana yang di Konmari? Yap, isi laci. Kenapa? Ini bagian yang sering terabaikan. Disamping karena sebagian besar sudut rumah masih terlihat rapi sih, hehehe. Laci jadi bagian yang sensitif buat saya. Kalau nggak dibersihkan sebenarnya juga nggak bakal dikomentarin orang sih. Toh orang luar juga segan sembarangan buka laci-laci di rumah saya. Sayangnya mata saya ini risih tiap kali buka laci. Apalagi lihat isinya. Udah kayak gudang mini acak adut. Ditambah lagi suka kebingungan nyari barang semacam bolpoin, isolasi atau cutter. Mesti aduk-aduk isi dalam laci. Ujung-ujungnya kadang malah nggak nemu yang dicari. Hadeeehh.

Isi laci pun dituang. Pilah-pilah isi sesuai kategori. Mana yang kategori alat tulis sekolah dan kantor, mana pula yang bukan. Khusus yang bukan ATK, langsung dikembalikan ke tempat asalnya. Baru ngeh kalo ternyata saya punya hampir 2 lusin bolpoin, 3 isolasi, 3 cutter. Pantesan aja kebingungan tiap kali mau bungkus kado, lha semuanya pada nyempil. Makin seneng juga akhirnya menemukan tools kegiatan mencocok yang selama ini dicari. Nggak sabar pengen main sama Keenan setelah selesai beberes.

laci alat tulis
Selesai dengan laci alat tulis, lanjut lagi ke laci lainnya. Laci underwear anak-anak. Ini laci lumayan amburadul juga. Ditambah lagi suka keliru ngambil. Maksudnya mau ambil CD Keenan, malah keliru ambil CD Alvin. Ternyata Alvin pun juga begitu, maksudnya mau ambil kaos dalam miliknya, malah keliru punya Keenan. Jadi paham kan kenapa harus dikasih sentuhan Konmari. 

Step by step Konmari pun dimulai lagi. Isi laci dituang. Dipilah-pilah sesuai kategori. Kemudian dilipat ala Konmari. Baru ngeh juga ternyata beberapa CD kakak karetnya mengendur. Akhirnya dikeluarkan dari laci. Warna kaos dalam anak-anak yang dulunya putih, banyak yang jadi kelabu. *tepok jidat* Oke, itu PR berikutnya! Eh, apa efek kamera aja? *ngeles*

laci pakaian dalam anak

Ada penemuan berharga soal isi laci anak-anak ini. Saya menemukan cara melipat kaos kaki yang lebih efektif. Tunggu! Emang sebelumnya gimana nglipetnya? Hehehe.. Tak untel-untel jadi bola. Dan ternyata banyak makan tempat. Ditambah lagi pada melar kaos kakinya. Hadeehhh *tepok jidat lagi* 

Berikut adalah videonya dari YouTube : 



Ternyata lebih sederhana dan efisien untuk isi laci. Iya kan? Nah, sampai disini dulu ya, besok kita lanjut ke laci berikutnya. Hehehe


Sumber : 
https://www.youtube.com/watch?v=CW_9iwzhAjk


#ODOPfor99days #Day 26

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...