Kebahagiaan membuncah pada diri kami setelah mama sadar dari komanya. Keajaiban itu telah tiba. Ya.. selama 5 hari beliau berada di ruang ECU dengan pengawasan khusus. Alhamdulillah. Matur nuwun sanget, Ya Allah. Semangat dan harapan pun kembali membara pada diri kami.
Malam ini, kaki ini bergegas menuju rumah sakit tempat mama dirawat. Alhamdulillah, sore ini mama sudah dipindah ke ruang perawatan biasa. Rasa syukur terus membanjiri hati kami saat ini.
"Assalamualaikum!", ucapku ketika tiba di ruang mama. "Waalaikumsalam", jawab mama. Kulihat wajah sumringah itu lagi. Wajah perempuan yang selama ini telah mengorbankan segalanya untukku dan kedua adikku. Kucium tangan dan keningnya. Kupeluk pula tubuhnya. Alhamdulillah. Matur nuwun sanget, Ya Rabb. Engkau kembalikan ibuku.
Malam ini kami tidak datang sendiri, tapi buyut kami sengaja kami bawa serta. Yuyut, begitulah kami biasa memanggilnya. Ketika melihatnya sontak muncul rentetan kalimat mama yang mengagetkanku saat itu. "Ibuuu.. Ya Allah ibuku.. Alhamdulillah Ya Allah, ibuku masih hidup.. Matur nuwun, Ya Allah", kalimat itu terus diulang oleh mama. "Mama lihat Yuyut anfal, mbak.. Mama berusaha bimbing Yuyut.. Mama nangis terus. Yuyutmu dibungkus, mbak!", begitu kata beliau kepadaku.
Deg! Ada apa ini? Kenapa mama bicara seperti itu. Aku berusaha mencari tahu melalui adikku. Dia hanya memberi kode supaya aku mengiyakan dulu semua kalimat mama. Ya.. Kami memang tidak memberitahunya jika beliau sempat koma selama 5 hari. Kami tidak ingin menambah beban pikiran mama. Kami hanya ingin menikmati kebahagiaan bersamanya saat ini.
Selang beberapa waktu, di ruang terpisah adikku menceritakan semuanya. Ternyata ketika mama berada di ruang ECU dan sadar dari koma, beliau membimbing pasien yang sedang dalam kondisi sakaratul maut. Dalam benaknya, pasien itu adalah buyut kami. Tidak heran ketika melihat pasien itu anfal, beliau panik. Berusaha memanggil perawat dan terus membimbing beliau. Tangisan mama pecah ketika mengetahui pasien itu dibungkus dengan kain. Ya.. Pasien itu tidak tertolong. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Perawat ruang ECU memberitahu kejadian tersebut pada keluarga pasien. "Mas, minta tolong disampaikan ke ibunya, terima kasih banyak telah membimbing bulik saya di dalam. Terima kasih banyak ya, mas!", kata keponakan pasien itu pada adikku.
Alhamdulillah Ya Allah, bahkan dalam kondisi sakitnya pun, mama mampu membimbing seseorang dalam sakaratul mautnya. Ya Rabb, terima kasih telah menganugerahkan ibu hebat seperti beliau. Terima kasih telah mengizinkanku lahir dari rahimnya. Terima kasih telah mengizinkanku menjadi putrinya. Alhamdulillahi rabbil alamin.
![]() |
#ODOPfor99days #Day41

Tidak ada komentar:
Posting Komentar