2 Februari 2016

Halang Rintang


Siang itu, kedua putraku masih terlihat berenergi. Ketika mencoba mengajak mereka tidur siang, langsung ditolak mentah-mentah. 

"Itu apa ma?", tanya Keenan. Dia melihatku memasukkan gulungan pita ke dalam laci. Pita ini memang habis kupakai untuk mempercantik Milo Oreo Pudding Glass yang kubuat untuk mereka pagi itu. 
"Ini pita warna merah", jawabku.
"Ooo.. Keenan pinjem ya, ma?", pintanya.
"Buat apa?", tanyaku lagi
"Keenan mau pancing-pancingan", jawabnya.
"Ooo.. oke!", kataku

Setelah itu kulihat dia mulai mengulur pita merah sepanjang lima meter itu. Mungkin karena terlalu panjang, jadi dia ulur terus pitanya mulai dari ruang tamu hingga ruang belakang. Sampai akhirnya pita merah itu akhirnya melilit kaki-kakinya hingga dia kebingungan melepasnya. Aku tersenyum melihatnya. Kubiarkan dulu dia berusaha. "Kak, kaki Keenan kak!.. Kak, kaki Keenan!", ucapnya meminta tolong ke kakaknya. Akhirnya sang kakak datang membantu melepaskan lilitan pitanya. 

Melihat pita yang akhirnya tergelar di tak jelas bentuknya di lantai, langsung ingat sebuah permainan yang pernah kulihat di internet. Langsung saja kuhampiri mereka. 

"Jadi nggak ada yang mau bobok siang ini? Mama ngantuk lho!", tanyaku 
"Emoh", jawab mereka kompak. 
"Oke, kita main. Mama pinjem pitanya", pintaku.

Setelah itu aku mulai mengurai pita-pitanya. Kemudian kuminta Alvin mengambil Uhu Patafix di laci. Ini semacam lem yang bisa direkatkan ke tembok tanpa merusak cat temboknya.

"Ngapain ma?", tanya Alvin
"Sabar.. sebentar nggih!", jawabku.

Aku mulai bergerak menempelkan ujung pita di tembok. Kemudian kutarik dan kurekatkan di sisi tembok lain. Kubuat terus seperti itu hingga bentuknya tak beraturan. Alvin yang melihatku mulai memahami ide permainannya. Dia mulai ikut bergerak membantuku. Sementara Keenan, sudah sibuk mencoba loncat sana sini melewati halang rintang yang kami buat. 

"Oke, stop dulu Keenan. Kita mulai ya!", ajakku
"Iyaaa", jawab mereka bersemangat.
"Aturannya adalah lewati pitanya, tapi pitanya ndak boleh kena!", kataku
"Kalau kena, ma?", tanya Alvin.
"Ulang lagi dari awal", kataku menegaskan.
"Waduuuh..", jawab Alvin.
"Pasti bisa!.. Oke?", kataku 
"Okeee", kata mereka

Mulailah mereka mencoba melewati halang rintang. Meliuk-liukkan tubuhnya, mencoba menghindari pita yang terbentang. Permainan ini berguna untuk melatih motorik kasar juga latihan keseimbangan anak.

Keenan lebih sering mengenai pitanya. Tak apalah, dia sedang berlatih motorik kasar  juga keseimbangannya. Alvin, di awal masih mengenai pitanya juga. Tapi akhirnya sering berhasil melewati halang rintang tanpa menyentuh pitanya. Bukan cuma mereka, aku pun ikut bermain. Coba praktek jadi cat woman. Hahaha.. 


gambar : koleksi pribadi


Semoga bermanfaat!


#ODOPfor99days #Day22


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...