Jumat, 19 Februari 2016.
Waktu menunjukkan pukul 18.22 WIB. Sebuah pesan masuk dari grup whatsapp keluarga besar ibu kami. Rupanya ayah kami yang mengirim pesan tersebut. Isinya perkembangan kondisi ibu kami hari ini. Sore hari ini pernapasan bulik menunjukkan angka 17, tinggal tensinya yang belum stabil. Mohon doanya terus! Matur nuwun.
Akupun tersenyum membaca pesan itu. Terakhir kali sebelum saya pulang ke rumah, pernafasannya masih menunjukkan angka 10. Itu artinya ada perkembangan baik. Alhamdulillah. Terus berjuang ya, ma! Mohon beri kemudahan untuk ibu hamba, Ya Allah.
***
Sabtu, 20 Februari 2015
Keesokan pagi, saya minta izin ayah kami untuk tidak menemani beliau dan adik-adik di rumah sakit. Ada amanah yang harus ditunaikan pagi ini. Menjadi bagian dari Tim 1 untuk kegiatan baksos Panti Wreda dan Panti Asuhan yang diselenggarakan oleh kantor.
"Kenapa, mbak?", seorang teman melihat air mataku mengalir. "Ingat ibunya ya?", tanyanya lagi. Kuanggukkan kepalaku, sambil mengusap air mata yang terus mengalir. Saat itu kami berada di Panti Wredha. Dihadapanku duduk puluhan ibu penghuni panti. Mendengar curahan hati mereka, juga perlakuan keluarganya, membuat kami berulang kali meneteskan air mata. Sebuah kondisi yang kontrakdiktif. Puluhan ibu ini tampak sehat menurutku, sayangnya tidak ada satupun anggota keluarga yang berkenan merawat mereka saat ini. Sementara ibu kami, saat ini terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Jangankan untuk memeluk dan menciumnya, untuk melihatnya saja, kami harus melakukan dari balik kaca.
***
Sebuah pesan masuk ke grup whatsapp keluarga besar ibu kami siang itu. Ayah kami terus mengupdate kondisi ibu kami pada keluarga besar beliau. Alhamdulillah, siang hari ini Bulik banyak perubahan. Mata sudah mulai membuka dan berkedip. Kedua kaki dan tangannya sudah mulai digerakan sendiri. Pernapasan 20 kali per menit. Tensi 140. Mohon doanya untuk bulik agar bisa stabil. Amin ya rabbal alamin.
Air mataku kembali mengalir membaca pesan itu. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar. Matur nuwun sanget, Ya Allah. Matur nuwun sanget.
Mama, terus berjuang nggih! Kami juga terus berjuang disini. Lia kangen mama. Lia pengen peluk mama. Miss you so much, mom!
***
Pukul 19.28 WIB
Alhamdulillah, sore hari ini bulik tranfusi darah. Tensinya baik 125. Pernapasannya sudah 27 kali per menit. Mata sudah membuka lebar dan tangan sudah mengangkat sampai kepala. Kaki pun sudah bergerak gerak. Mohon doanya terus. Mudah-mudahan perubahannya semakin membaik. Amin ya rabbal alamin.
Pesan dari ayah kami malam itu membuat kami semua bahagia. Berbagai balasan pesan dari keluarga besar ibu kamiterus bermunculan malam itu. Kami terus merapatkan barisan memanjatkan doa untuk beliau. Semoga Allah SWT berkenan memberikan keajaiban-Nya. Amin ya rabbal alamin.
![]() |
| Sumber : pinterest.com |
#ODOPfor99days #Day37

Tidak ada komentar:
Posting Komentar