6 Januari 2016

Menunggu = Bonus Waktu


Kaki ini mempercepat langkah menuju tempat aktivitas. Notebook ungu dan recorder mendadak jadi penghuni baru di tas. Bergegas turun dari lantai atas, menunggu supir taxi yang hendak mengantar ke tempat tugas. 

"Mau diantar kemana, mbak?", tanya seorang bapak. "Kita ke Sidoarjo ya, pak", jawabku. Kusebutkan nama dan alamat tempat yang kutuju. Sesaat kemudian, kendaraan yang kami tumpangi segera dipacu. Waktu itu ada tugas penting yang harus diselesaikan. 



Sesampainya disana, ternyata lokasi masih sepi. Alhamdulillah, masih 15 menit lagi. Disela-sela menunggu, kusempatkan membuka postingan teman-teman grup ODOP for #99days. Hari ini adalah hari pertama posting. Hhhhmmm..masih pagi, tapi sudah banyak yang posting. Sementara aku masih harus berjibaku disini. Alhamdulillah. Dijalani, dinikmati, disyukuri!



Acara hari itu dijadwalkan berlangsung pukul 10 pagi. Semakin lama ditunggu, semakin terlihat acaranya melenceng dari jadwal. Setengah jam kemudian aku pun mulai gelisah. Kupandangi orang-orang di sekelilingku, kulihat mereka yang bernasib sama sepertiku. Ada yang duduk termangu dengan tatapan kosong. Beberapa diantaranya asyik mengobrol. Sebagian besar lainnya menyibukkan diri dengan gadget yang dibawa. Duhai bapak ibu yang terhormat, jangan biarkan kami menunggu terlalu lama. Seandainya bapak ibu tahu betapa pentingnya waktu untuk kami. Kami tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang yang merugi. *menghela napas panjang*


source : duniajilbab.tumblr.com
Mau diem aja, buk? Nope, of course not. Tak ingin waktu berlalu begitu saja, kucoba menenangkan diri. Membasahi bibir dengan kalimat istighfar. Alhamdulillah terbukti ampuh jadi peredam kegelisahan.

Beberapa saat kemudian teringat pe-er posting hari pertama yang belum dikerjakan. Kemudian, tangan ini bergerak membuka memo di gadget yang kubawa. Oke! It's me time now. Let's write!

Kumulai tulisan pertamaku untuk tantangan #ODOPfor99days #day1. Selang beberapa waktu selesai menulis, kulihat lagi sekelilingku. Hhhmmm... belum mulai juga. Berlanjut ke tulisan kedua. It's also done! Makin lama makin terasa nikmat waktu menunggu kali ini. Sampai tidak terasa jika me timeku kali ini sudah sampai di awal tulisan ketiga. Alhamdulillah.

"Mbak, ayo! Mau mulai nih!", kata seorang bapak tergopoh-gopoh menghampiriku. "Alhamdulillah.. Akhirnya..", balasku. Kuakhiri aktivitas me timeku, kusegerakan menyelesaikan tugasku hari itu. Alhamdulillah.

Dulu, saya suka bilang menunggu adalah pekerjaan membosankan. It's a wasting time. Mungkin beberapa orang akan setuju dengan kalimat itu. Tapi sekarang itu tidak berlaku. MENUNGGU = BONUS WAKTU, itu menurutku.  

Sedikit berbagi ilmu tentang Manajemen Waktu dari Buku Bunda Cekatan (Gazzamedia, 2015). Jika hari ini kita mendapatkan bonus waktu, maka manfaatkanlah untuk pengembangan diri.

Bagaimana caranya? Selalu menyiapkan amunisi pengembangan diri (dikondisikan sesuai passion, kegemaran). Misalnya, yang gemar membaca, selalu bawa buku pengembangan diri di dalam tas. Yang gemar menulis, siapkan amunisi untuk menulis. Yang sedang ikutan program One Day One Juz atau One Day One Ayat, bisa menggunakan waktu menunggunya untuk mengulang hafalan. Atau yang sedang punya proyek merajut, jangan lupa bawa amunisi merajutnya ya! Eits.. Itu mah proyek saya, hehehehe. 


Mengapa harus demikian? Karena dari bonus waktu ini yang merefleksikan seberapa besar sebenarnya kualitas diri kita.

Sebagai tips treatment konsistensi pengembangan diri, pakailah rumus 90 hari jam terbang melatih konsistensi kita secara rutin, sehingga diharapkan pada hari ke 91 sudah terbentuk menjadi habit (kebiasaan) yang terasa ringan. Seperti latihan menulisku kali ini di One Day One Post for 99days. :)

Yuk mari, kita gunakan waktu menunggu jadi bonus waktu yang lebih produktif! Selamat berlatih! 

Semoga bermanfaat! ;) 


Referensi : 

Komunitas Institut Ibu Profesional, Seri Ibu Profesional #2, Bunda Cekatan, 12 Ilmu Dasar Manajemen Rumah Tangga, Gazzamedia, 2015. 


#ODOPfor99days #day3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...