25 Januari 2016

Let's Stay Healthy


Seorang pria muda terlihat gelisah di kursi tunggu ruang pemeriksaan dokter penyakit dalam. Sepertinya usianya lebih muda dari usiaku. Di tangannya ada sebuah map berisi hasil rontgen Thorax. Ketika melihatnya timbul tanya dalam hati. Kemana perginya gumpalan daging dari tubuhnya? Badannya kurus sekali, Wajahnya terlihat sayu dan terus-menerus tertunduk melihat hasil lab di tangannya. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Beberapa kali kulihat dia berusaha menutup mulutnya menahan batuk. Rasa penasaran seketika menjalariku. Semuda ini sakit apa?.

Ruang pemeriksaan dokter penyakit dalam di poli ini cukup terbuka kurasa. Tiap pasien bisa melihat pemeriksaan terhadap pasien lainnya dari kejauhan. Hanya saja sang dokter memang tetap berusaha menjaga volume suaranya agar tidak terdengar oleh pasien lainnya.

Giliran pria muda ini tiba. Dia berjalan menuju meja dokter. Dari kejauhan kulihat dokter mulai bercakap-cakap dengannya. Terlihat beberapa lembar kertas di bolak-balik oleh dokter dan ditunjukkan pada pria tersebut. Hhhmmm..sepertinya hasil lab. Pria muda ini telihat manggut-manggut selagi dokter berbicara. 


Dari kejauhan kuperhatikan dokter mulai membuka hasil rontgennya. Kemudian diarahkannya hasil rontgen itu ke atas. Sepertinya paru-paru. Yap, itu foto paru-paru, batinku lirih. Terlihat olehku foto paru-paru kanan atas pria muda ini terlihat memudar. Sementara foto paru-paru kiri atas bukan hanya memudar, bahkan terlihat semakin menghilang dari hasil fotonya. Astagfirullah hal adzim. Ada rasa sesak seketika setelah itu. Aku menoleh ke arah suamiku, dia juga melihatku. Rupanya sedari tadi dia juga memperhatikan pria muda tersebut. Aku hanya terdiam. Bisakah kau membaca kekhawatiranku saat ini? 

Pria muda ini terus memperhatikan penjelasan dokter. Kulihat beberapa kali dia mengubah posisi duduknya. Khas seseorang yang sedang gelisah. Mereka mengakhiri percakapannya dengan berjabat tangan. "Berobat secara teratur, jangan terputus satu hari pun, Insya Allah bisa sembuh!", kata dokter mengingatkan. Kalimat terakhir sang dokter terdengar jelas olehku. Hhhmmm..sepertinya aku paham penyakitnya sekarang. Semoga Allah SWT segera memberi kesembuhan untukmu. Amin ya rabbal alamin.

gambar : cevmultimedia.com
Giliranku pun tiba. Dokter memeriksa semua hasil labku. Dia kemudian ganti memeriksaku. Setelah pemeriksaan selesai, kami bergegas menemui ibuku di ruang perawatannya. "Masih mau cari pendapat dokter ketiga?", tanya Pak Dirut sepanjang perjalanan kami. "Sementara cukup", jawabku singkat. Alhamdulillah, second opinion yang kuperoleh dari dokter kedua ini cukup melegakan hati saat ini. 

Ruang perawatan ibuku kali ini penuh dengan pasien. Sebelah bed ibuku, tergorek seorang wanita muda. Ibuku mulai berbisik di telingaku, "Sebelah mama ini gagal ginjal, mbak. Masih 35 tahun, tapi sudah harus cuci darah. Katanya dari muda suka minuman bersoda". Astagfirullah hal adzim. Aku pun terdiam. Aku paham maksud ibuku menyampaikan hal tersebut. Sebuah warning untukku agar menjaga kesehatanku selagi muda. 

Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah, kucoba mengambi hikmah dibalik dua kejadian malam ini. Terima kasih Ya Allah, telah mengingatkanku melalui mereka.

Ketika penyakit tak lagi kenal usia..
Ketika virus, bakteri, bahkan kuman berevolusi begitu kuatnya..
Ketika polusi juga radikal bebas menjadi demikian hebatnya..
Akankah kita tetap dengan gaya hidup seadanya?
 
Tidakkah kita sadari indahnya sehat?
Tidakkah kita sadari sehat itu nikmat?
Sadarkah kita sehat itu bermanfaat?
Sadarkah kita inilah karuniaNya yang sangat hebat?
*a note to myself*

Yuk, jadikan lifestyle hidup sehat jadi tren masa kini!
Let's stay healthy!


#ODOPfor99days #Day16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...