“Bulik , kenapa sih masakannya selalu enak?”, tanyaku.
“Masak sih?”, jawabnya
Mungkin begitulah ciri seorang guru yang baik. Seperti padi yang selalu merunduk ketika penuh dengan isi. Aku bertanya penuh selidik tentang rahasia dapur adik perempuan kedua ayahku ini, sementara yang ditanya seolah tak percaya selama ini telah menghasilkan banyak masakan nikmat untuk keluarga.
Selepas kuliah, aku memang lebih banyak berinteraksi dengan keluarga bulikku. Maklum baru menetas belajar hukum, jadi harus belajar lebih banyak dari para praktisinya, termasuk suami bulikku ini. Hampir setiap hari aku berada di rumahnya. Selain belajar hukum dari Omku, juga sedikit membantu tiga sepupuku mengerjakan tugas sekolahnya. Lumayan, asah otak pelajaran SD dan SMPku dulu. Jadi sudah kebayang kan, hampir tiap hari di rumah bulik, it means hampir tiap hari pula aku melihat beliau menyiapkan dan mengolah masakan untuk keluarganya. Selain aku bisa mencicipi makanan gratis tentunya.
Kalau diingat, semua proses memasak bulik terlihat biasa saja. Waktu itu bulik malah lebih banyak mengandalkan bumbu cecemplungan yang dibelinya di pasar, seperti bumbu dasar merah, putih, atau kuning. Khasnya para ibu yang ingin memperpendek waktunya di dapur. Namun, waktu singkat ternyata bukan alasan masakannya jadi tidak nikmat.
Closing statement Mbak Niken TF Alimah kemarin disini, yang akhirnya membawaku bernostalgia dengan kenangan beberapa tahun lalu bersama bulik. Closing statement Mbak Niken tenyata serupa dengan rahasia dapur bulik.
“Tiap kali mau masak niatkan dulu, ikhlas untuk menyenangkan keluarga! Trus masaknya sambil senyum! Insya Allah jadi enak masakannya”, begitu kata bulik waktu itu. Hhhmmm.. pantas saja semua proses memasak terlihat biasa saja, rupanya rahasianya ada pada hati si pembuatnya.
Buat saya yang baru nyemplung ke dapur, urusan memasak tentu jadi tantangan tersendiri. Terlebih untuk saya yang saat ini masih berstatus double gardan alias working mom. Manajemen waktu juga manajemen dapur jadi ilmu wajib yang harus digali terus dengan para ahlinya hingga saat ini.
Belajar dari sentra dapur, leason learned apa yang yang telah diperoleh selama ini :
- Memasak bukan urusan bakat.
Bakat memasak memang penting, bahkan sangat berguna bagi orang-orang yang memang memiliki passion dan ingin jadi "gunung tertinggi" di bidang kuliner. Tapi buat newbie seperti saya, memasak bukan lagi soal bakat atau tidak. Bukan juga soal bisa atau tidak bisa masak, tapi lebih pada soal mau atau tidak mau untuk memasak. It's all about our willingness to try.
gambar : relish.com - Waktu singkat adalah tantangan. Saya lumayan sering dapat pertanyaan, Masih sempat masak ya, mbak? atau Koq sempat masak sih buk? Pertanyaan jadi makin heboh ketika saya berhasil mengeksekusi masakan seperti pepes yang katanya lumayan rumit bikinnya, Emang bangun jam berapa mbak bisa bikin seperti itu? Jangan-jangan nggak tidur semalaman ya? Dan akhirnya saya cuma bisa tertawa saja. Buat saya, memasak bukan soal sempat atau tidak sempat. Kalau ternyata hanya punya waktu singkat, maka taklukan waktu itu dengan resep sederhana yang bisa diolah dalam waktu singkat, namun tetap bisa dinikmati kelezatannya. Sampai hari ini pun, saya masih berproses mencari resep simple cooking dari berbagai media. Selain juga terus belajar tentang manajemen dapur dan manajemen waktu.
- Practise makes perfect. Jangan biarkan keinginan bisa memasak berakhir sebatas keinginan saja. Segera wujudkan dengan mencoba berbagai resep. Mulai saja dari yang sekiranya mudah. Setelah sukses, lanjutkan dengan berlatih, berlatih, dan berlatih.
- Rahasia masakan lezat : mulailah dari niat untuk menyenangkan keluarga, padukan dengan keikhlasan dan doa agar masakan membawa keberkahan untuk keluarga, dan terakhir tambahan bumbu senyum selama proses memasak. Insya Allah masakan yang tersaji tidak kalah dengan hidangan termahal dari restoran terkenal sekalipun.
Semoga sharing kali ini jadi booster tersendiri buat pada newbie urusan dapur. No one is born a great cook, one learns by doing. *noted to my self*
Keep cooking!
Semoga bermanfaat!
#ODOPfor99days #Days15
Keep cooking!
Semoga bermanfaat!
#ODOPfor99days #Days15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar