Masih edisinya mendongeng kali ini. Mencoba konsisten dengan kegiatan dongeng setiap malam sebelum tidur. Buat apa? Bonding lebih tepatnya. Menguatkan kedekatan saya dengan anak-anak. Selain juga jadi kegiatan menyenangkan sebelum tidur, juga upaya menstimulus anak-anak suka membaca.
Alhamdulillah, kemarin dapat koleksi free ebook baru dari rumah maya Mbak Gita. Kalau kemarin bercerita sekaligus pengenalan konsep kanan dan kiri ke Keenan. Cerita selengkapnya bisa dibaca disini.
Malam ini, masih berbekal ebook gratis Mbak Gita, kami memilih cerita tentang Lingkaran Kuning Yang Bahagia. Sebuah cerita manis yang mengandung kesan mendalam. Cerita ini juga sekaligus mengenalkan konsep bentuk-bentuk dasar, seperti lingkaran, segitiga, dan bujur sangkar. Seperti apa ceritanya? Yuk, simak cerita saya ke anak-anak berikut ini :
Ada sebuah lingkaran kuning yang sederhana.
Dia sedang merasa tidak nyaman.
Lihat! Dia tidak punya apa-apa untuk menunjukkan perasaannya.
Apakah dia sedih?
Apakah dia senang?
Tidak ada yang tahu.
Lalu..
Bujur sangkar datang untuk menjadi matanya.
Segitiga datang untuk menjadi hidungnya.
Dan lingkaran-lingkaran kecil menjadi senyumnya.
Datanglah lagi dua buah lingkaran kecil berwarna hitam untuk menjadi bola matanya.
Bisakah aku minta lingkaran lagi?
Lihat dia sekarang!
Dia adalah lingkaran kuning yang bahagia dengan senyum lebar.
Kira-kira apa yang kamu rasakan, jika kamu tidak mempunyai apa-apa di wajahmu untuk menunjukkan perasanmu?
Ketika selesai membacakan cerita ini, saya menunjukkan beberapa kertas berbentuk lingkaran, bujur sangkar, dan segitiga ke anak-anak. Kertas-kertas itu sengaja saya siapkan lebih dulu untuk kegiatan mereka malam ini. "Waaahh.. aku mau, ma.. Aku mau!", mereka bersemangat. "Ayo, bikin lingkaran kuning yang bahagia!", ajak saya.
Mereka mulai membuat prakarya malam ala mereka.
"Tuing..tuing..tuing..ada dua buah bujur sangkar warna biru datang mau jadi matanya", kata saya. Mereka meringis, kemudian segera melekatkan kedua bujur sangkar.
"Tuing..tuing..tuing..ada satu segitiga warna orange datang juga, mau jadi hidungnya?", kata saya lagi. Segitiga itu dilekatkan jadi hidungnya. Punya Keenan hidungnya agak ke atas. Tak apalah. Kubiarkan saja.
"Hhhmmm.. kurang apa ya?", tanyaku ke mereka. "
"Mulutnya, ma.. mulutnya!", kata Alvin.
"Tuing..tuing..tuing..datang sekelompok lingkaran kecil warna merah, mau jadi senyumnya?", lanjut saya. Aku tersenyum melihat Keenan menempelkan senyum lingkarannya. Terlalu ke bawah menurut saya. Tak apalah. Biarkan saja tangannya terus berlatih.
"Sudah ya?", tanya saya lagi,
"Hitam-hitamnya mana, ma?", tanya Keenan. "Gini ya, ma!", seraya menunjukkan dua jari tangannya
"Oiya, bola matanya. Iya, ada dua. Tuing..tuing..tuing..datang dua lingkaran hitam kecil jadi bola matanya", kata saya. Rupanya dia ingat. Dua lingkaran terakhir pun dilekatkan.
"Yeee.. Jadi..jadi.. Ma, ini boleh ditempel di tembok?, tanya Alvin.
"Boleh dong! Gih ditempel!", kata saya. Keenan pun mengikuti kakaknya.
Ini adalah karya mereka malam ini. Karya manis sederhana, namun penuh makna.
Tersenyumlah selalu, sayang! Seperti senyum lebar Lingkaran Kuning Bahagia di dinding. Bagikan terus senyum kebahagiaan kalian kepada kami. :)
Semoga kelak Allah SWT selalu melimpahkan kebahagian untuk kalian selalu sepanjang hidup. Amin ya rabbal alamin. :)
Semoga kelak Allah SWT selalu melimpahkan kebahagian untuk kalian selalu sepanjang hidup. Amin ya rabbal alamin. :)
Sumber :
Serusetiapsaat. Ebook Lingkaran Kuning Yang Bahagia, bisa didownload disini.
#ODOPfor99days #Day19


Tidak ada komentar:
Posting Komentar