"Ma, mana bukunya tadi?", tanya Keenan dengan suara khas anak-anak
Malam ini, Alvin (6 tahun) dan Keenan (3 tahun), mengikutiku kesana kemari. Mereka terus mengekorku dari rumah kami ke rumah akung utinya, balik lagi ke rumah kami. Mereka tertarik dengan lembaran kertas yang baru saja kucetak di rumah akung utinya.
Kebetulan pagi tadi saya berhasil men-download beberapa free ebook cerita anak-anak dari rumah maya Mbak Gita. Cerita sebelumnya tentang rumah maya Mbak Gita ini bisa dibaca disini.
Khusus malam ini sengaja dipilih sebuah cerita Kanan Kiri. Sebuah cerita singkat tentang pengenalan konsep kanan dan kiri kepada anak. Ebook dengan ilustrasi gambar full colour dipadu sedikit tulisan, membuat ebook ini enak dibaca sekaligus memperluas pembaca berimajinasi. "Pas banget buat Keenan nih", pikir saya tadi pagi.
"Ayo ma, cerita!", pinta Keenan kemudian.
"Sini sayang, duduk yang manis!", kata saya. Mulailah saya mengamati halaman pertama.
"Ini binatang apa ya, Keenan?", tanya saya lebih dulu.
"Tikus", jawabnya mantap, dengan cadelnya..
"Aku sudah tau ceritanya, ma!", sela Alvin. Sang kakak masuk ke dalam kamar.
"Kakak mau bacakan ceritanya buat adik?", tanyaku.
"Mama aja", jawabnya singkat.
"Oke deh", kataku kemudian. "Sini sayang, anak-anak sholih, duduk yang manis nggih!.
Kumulai bercerita, "Ada seekor tikus sedang kebingungan. Dia berhasil keluar dari rumahnya untuk mencari makan, tapi sepertinya dia lupa jalan pulang. Dia bolak balik kesana kemari, tapi tetap belum berhasil menemukan rumahnya. Sampai akhirnya dia berhenti di suatu tempat. Hhhmmm.. dimana ya rumahku? Ke kanan atau ke kiri?.. Hhhmmm.."
Kumulai bercerita, "Ada seekor tikus sedang kebingungan. Dia berhasil keluar dari rumahnya untuk mencari makan, tapi sepertinya dia lupa jalan pulang. Dia bolak balik kesana kemari, tapi tetap belum berhasil menemukan rumahnya. Sampai akhirnya dia berhenti di suatu tempat. Hhhmmm.. dimana ya rumahku? Ke kanan atau ke kiri?.. Hhhmmm.."
Sampai disini mereka terlihat serius mendengarkan. Ah, nggak asyik nih. Mesti bergerak biar lebih seru. Kubuka lembar demi lembar berikutnya, namun kemudian segera kututup. Got it! Aku paham ceritanya.
"Mama pura-pura tikusnya aja ya?", tanyaku ke anak-anak.
"Iya..iya..", kata Alvin.
"Keenan tikus kecil ya, ma?", pintanya
"Oke!", kataku
Aku mulai mengambil posisi bergaya ala tikus. Suaraku mulai kuatur berubah-ubah ala tikus dan pendongeng. Aduh, bagaimana ini, aku lupa jalan pulang. Dimana ya rumahku? Ke kanan apa ke kiri? Mereka mulai cekikikan.
Hhhmmm.. dimana ya rumahku? Aku mulai bergerak. Ke kanaaann? Bergerak ke kanan. Apa ke kiriii? Bergera ke kiri. Ke kanaaann? Bergerak lagi ke kanan. Apa ke kiriii? Bergerak sebaliknya lagi ke kiri. Dug! Aku bertabrakan dengan Keenan. Dia sedari tadi mengikuti semua gerakanku. Hahaha... Bukannya kesakitan, dia justru tertawa.
Hhhmmm.. Kanaaann? Bergerak lagi ke kanan sambil seolah mencari celah di bawah pintu kamar. Apa ke kiriii? Lagi-lagi bergerak ke kiri sambil berusaha mencari celah di bawah kasur. Mereka terus cekikikan melihat ulahku.
Aha! Saya terus bergerak ke kiri sesuai cerita di ebook. Kini berhadapan dengan lemari. Membuka pintu lemari dan berusaha masuk ke dalamnya. Dug! Aduuuhhh! Kepalaku terbentur.
Hahaha.. Mereka justru semakin terpingkal-pingkal. Saya pun hanya meringis saja sambil menggosok-gosok kepala. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa pulang ke rumahku. Capek sekali! Bolak balik kesana kemari. Si tikus yang kelelahan akhirnya tertidur. Saya pun lantas pura-pura tidur dengan selimut seperti cerita di ebook. Selesai!
"Oke, rumah tikusnya tadi di sebelah manaaa?", tanyaku kemudian.
"Kiriii..", teriak Alvin. Alhamdulillah
Hahaha.. Mereka justru semakin terpingkal-pingkal. Saya pun hanya meringis saja sambil menggosok-gosok kepala. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa pulang ke rumahku. Capek sekali! Bolak balik kesana kemari. Si tikus yang kelelahan akhirnya tertidur. Saya pun lantas pura-pura tidur dengan selimut seperti cerita di ebook. Selesai!
"Oke, rumah tikusnya tadi di sebelah manaaa?", tanyaku kemudian.
"Kiriii..", teriak Alvin. Alhamdulillah
"Rumah tikusnya tadi disebelah mana, Keenan?, tanyaku ke sang adik.
"Lemari", jawabnya singkat
"Hahaha...", kami pun tertawa bersama. Rupanya dia ingat emaknya yang berusaha masuk ke dalam lemari. Hahaha...
"Lemari", jawabnya singkat
"Hahaha...", kami pun tertawa bersama. Rupanya dia ingat emaknya yang berusaha masuk ke dalam lemari. Hahaha...
*****
Alhamdulillah. Matur nuwun sanget, Ya Rabb, untuk tawa riang yang mereka hadirkan malam ini.
Terus terang saja, membersamai mereka secara total seperti ini, jadi sebuah tantangan tersendiri. Terkadang fisik hadir bersama mereka, tapi pikiran malah melancong entah kemana. Sibuk dengan gadget di tangan, kepikiran urusan dapur, ruang berantakan, pakaian yang belum dirapikan atau pikiran tak menentu lainnya. Terkadang karena kelelahan fisik juga, ingin sekali segera beristirahat, sementara mereka masih ingin bermain.
Sampai hari ini masih terus berusaha semaksimal mungkin menghadirkan diri seutuhnya untuk mereka ketika main bersama. Terus mengingatkan diri sendiri untuk membersamai mereka dengan cinta. Be attending with love! Always! *a note to myself*
Sumber :
Serusetiapsaat.com. Ebook Kanan Kiri, bisa didownload disini.
#ODOPfor99days #Day18

Tidak ada komentar:
Posting Komentar