19 Januari 2016

A cup of Psycho Coffee Morning



Pagi ini masih berkutat di dapur dengan rutinitas khas ibu rumah tangga. Samar-samar terdengar nada khas pesan whatsapp masuk di jalur khusus, "Ting". "Tumben pagi-pagi ada yang kirim pesan?", batinku. Gadget saya ini memang lebih banyak di setting silent ketika saya berada di rumah, kecuali untuk pesan khusus keluarga. 

Khawatir ada pesan yang harus segera disampaikan ke keluarga lainnya, langsung saja saya menuju ruang tengah, mengambil handphone dan membaca isinya. Ternyata sebuah renungan pagi yang dikirim oleh utinya anak-anak. Matur nuwun, uti.

gambar : quotesgram.com

Kemudian kulihat tanda pesan masuk dari grup IIP Surabaya #3. "Tumben pagi sekali?", lagi-lagi heran. "Hah? Kulwap pagi?", sontakku kaget. "Waduh, apa aku ndak notice pesan temen- temen grup sebelumnya yak?", tanyaku dalam hati. "Wis ndak penting! Ayo semangat!", ucapku kemudian. Segera kuketikkan namaku di daftar absensi. Buru- buru balik ke dapur menyelesaikan semua tugas pagi itu. Done! Alhamdulillah, kelar sebelum kulwap. It's time for a cup of Psyco Coffee Morning!



*****



Leason learned apa yang bisa dipetik dari Psycho Coffee Morning kali ini :



1. Keteladanan 

  • Inilah bentuk komunikasi efektif pertama orang tua kepada anak. Anak mungkin salah memahami apa yang ucapkan, tapi mereka tidak pernah salah meniru perilaku kita! Tak perlu banyak kata-kata, berikan saja contohnya melalu perilaku yang baik!
  • Keteladanan... sebuah perjalanan panjang orang tua dalam memberikan pendidikan terbaik kepada putra putrinya. Ibarat lari, inilah marathon kita seumur hidup. Tanpa kenal lelah, terus berjuang dan bersemangat mencapai garis finish. 
  • Mulai dari mana? Mulailah dari diri sendiri. For things to change, I must change first! Be qaulan sadida!



2. Mengingatkan anak dengan cara yang ma'ruf

  • Seringkali kita menjadi begitu emosional ketika anak berbuat salah. Bahkan seringkali kita langsung menjustifikasi dan menghukum anak tanpa menelusuri dulu duduk permasalahannya. 
  • Belajar dari kulwap kemarin, juga dari Miftahul Jinan, mulai belajar mengganti "kalimat perintah" dengan "kalimat pernyataan", mengganti "kalimat larangan" menjadi "kalimat pertanyaan", dan satu tambahan lagi , "gunakan kalimat positif saja". 



3. Apresiasi
  • Terkadang sebagai orang tua kita terlalu fokus pada kekurangan anak, sehingga seringkali kita lupa menghargai setiap usaha yang sudah mereka lalukan. Terkadang kita juga gagal memahami jika setiap anak itu unik dan karena keunikan tersebut mereka begitu istimewa. 
  • Fokuslah pada keistimewaan mereka saja! Berikan apresiasi atas usaha sekecil apapun yang telah mereka lakukan! 

Alhamdulillah.. kenyang sekali secangkir Psyco Coffee Morning kali ini. 

Buat yang penasaran ama isi Psyco Coffee Morningnya, monggo silahkan dibaca resume kulwap-nya disini

*episode dibalik Kulwap IIP Surabaya #3*
*noted to my self*


#ODOPfor99days #Day12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...