6 November 2015

Belajar dari Septi Peni Wulandani dan Ibu Profesional


Berawal dari membaca tulisan Mbak Ahimsa tentang Inspiratif Housewife Story disini, asli bikin merinding abis bacanya. Setelah itu, tangan ini pun bergerak mencari tahu lebih detil tentangnya di web Ibu Profesional. Beliau adalah Septi Peni Wulandani. Jika di search namanya di Google, kalian pasti menemukan banyak cerita tentangnya, terutama tentang passionnya memberdayakan ibu-ibu di Indonesia. Berikut adalah beberapa kutipan pemikirannya yang disampaikan dalam Dialog Jumat bersama Republika awal tahun 2013 lalu.
“Seorang ibu mempunyai peran terpenting dalam keberhasilan anak-anaknya. Di samping peran ayah sebagai imam keluarga, ibulah yang mengalami proses ikatan batin selama anak dalam kandungan. Setelah lahir, ibu pula yang memiliki kedekatan terhadap anak melalui proses menyusui”
"Al-ummu madrasatul ula", yaitu ibu adalah madrasah pertama dan utama untuk anak-anaknya. Itulah alasannya mengapa para wanita yang nantinya akan menjadi ibu sangat penting membekali diri dengan ilmu yang mumpuni. Untuk menjalankan peran itu, ibu-ibu perlu dibekali ilmu yang cukup karena apabila sesuatu hal dipegang oleh orang yang tidak memiliki ilmu, maka tunggulah titik kehancurannya,"
"Ibu Profesional ini hadir sebagai wadah para ibu untuk selalu meningkatlan kualitas dirinya sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu. Ibu Profesional merevitalisasi makna ibu sebagai sosok yang luar biasa dan ibu adalah profesi yang paling mulia,"

Hhhmmm.. inspiratif sekali bukan? Hasil wawancara lengkapnya bisa dibaca disini. Kiprah Bu Septi di ruang publik, ternyata juga sangat mengesankan. Founder Ibu Profesional ini juga pendiri Jaritmatika dan Jari Quran, sebuah metode pengajaran matematika dan baca Quran dengan menggunakan jari sebagai alat bantu. Beliau juga founder dan owner dari School of Life Lebah Putih, sebuah sekolah yang ramah untuk anak. Selain itu, aktivitas sosial yang dilakukan Bu Septi juga telah mendapat banyak penghargaan, diantaranya adalah : 


  • Ibu Teladan Versi Majalah UMMI 2004
  • Danamon Award 2006 kategori individu pemberdaya masyarakat
  • Tokoh pilihan Majalah Tempo, 1 di antara 10 pemuda yang mengubah Indonesia
  • Inovator Sosial pilihan Pascasarjana FISIP UI tahun 2006.
  • Women Enterpreuner Award Ashoka Foundation USA 2007
  • Tokoh Pendidikan Kesetaraan, ASAHPENA 2008
  • Ikon 2008 bidang IPTEK versi majalah Gatra 2008
  • Inspiring Women Award 2008 2009
  • Kartini Award, versi majalah Kartini, 2009

Hhhmmm… benar-benar mengesankan! Saat itu juga muncul tekad kuat dari dalam diri. Aku harus belajar banyak dari Bu Septi! Aku harus belajar menjadi Ibu Profesional! Bergeraklah tangan ini menginput identitas diri untuk jadi member di web Ibu Profesional, sampai akhirnya menemukan banyak kisah inspiratif dan pengetahuan berharga yang dibagikan oleh ibu-ibu hebat di dalamnya. 

Ada satu hal yang menarik perhatian saya ketika menyusuri web tersebut. Mata ini tertuju pada menu Event yang berisi pengumuman tentang “Kuliah online Bunda Cekatan”. Kuliah online? Seperti apa? Aku mau! Waktu itu, kurang lebih setahun yang lalu, saya berusaha keras mencari tahu seperti apa kuliah yang dimaksud. Maklum saja, agak gaptek urusan teknologi, hehehehe. Pernah denger sih tentang kuliah online, tapi belum pernah ikutan dan tahu seperti apa perkuliahannya. Ayo, cari tahu lagi! Tangan ini pun berusaha keras mencari tahu dan mengikuti setiap detil langkah-langkahnya, sampai akhirnya terhenti ketika mendapat informasi jika perkuliahan tersebut sudah dimulai, dan saya harus menunggu hingga pembukaan kuliah online berikutnya. Ya Allah, aku mau belajar! Aku pengen jadi Ibu Profesional! Asli sedih banget waktu itu. Ternyata bukan cuma itu, kalaupun waktu itu masih dibuka pendaftarannya, saya juga tetap tidak bisa ikut kuliah tersebut, karena harus melalui tahapan kuliah online Bunda Sayang terlebih dahulu, seperti tahapan berikut : 


Tapi alhamdulillah, ujian kecil itu tidak menyurutkan langkahku untuk menggali banyak pengetahuan dari web Ibu Profesional. Hampir setiap punya waktu luang, saya selalu berusaha membuka web Ibu Profesional.

Sampai suatu ketika, tepatnya di akhir Agustus tahun ini, sebuah email masuk kedalam inbox saya, isinya tentang pembukaan kelas kuliah online Bunda Sayang #5. Alhamdulilah.. akhirnya! Ini yang ditunggu-tunggu! Waktunya belajar! Eits...ndak semudah itu lho bisa langsung ikutan kuliah. Saya harus mengerjakan tugas sesi #1 tentang Komunikasi Produktif terlebih dahulu. Tugas #1 tersebut nantinya menjadi syarat masuk untuk sesi berikutnya. 

Ya.. di kuliah online Bunda Sayang nantinya akan ada 12 sesi perkuliahan. Setiap akhir perkuliahan akan ada tugas yang harus dikerjakan dan dikumpulkan. Tugas itu juga yang nantinya menjadi syarat untuk bisa masuk di sesi-sesi berikutnya. Asyik kan! Mirip seperti kuliah beneran, ada gurunya, dan ada tugas yang harus dikumpulkan, hihihihi. Ada penilaian dan ijazahnya ndak?. Kali aja ada yang nanya, hehehe. Ijazahnya langsung dari Allah SWT, dan hasil nilainya nanti bisa dilihat di anak kita masing-masing, hehehe. Bukankah anak itu cerminan dari hasil didikan orang tuanya?.

Bismillahirrahmanirrahim. Tahun ini, memulai perkuliahan virtual sebagai mahasiswa baru di Institut Ibu Profesional. Semangat belajar!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...