31 Oktober 2015

Tentang biru (sebuah renungan)


“Kamu suka warna apa?”, tanya seorang teman
“Biru”, kujawab spontan
“Kenapa?”, tanyanya lagi
“Nggak tahu. Suka aja”, jawabku asal
Sesaat kemudian saya terdiam.

Kenapa ya? Kenapa juga bisa begitu spontan selalu menjawab “biru” sebagai warna favorit? Sejenak saya mencoba membuka file-file dalam otak saya untuk mencari tahu alasannya. Nothing! Ah, entahlah! Mungkin karena seketika itu juga selalu terlintas gambaran langit biru yang cerah, juga laut biru yang tenang. Hhhmmm…warna yang teduh! Seolah memberi energi dan kedamaian tersendiri setiap kali melihatnya.

http://qyusader.blogspot.co.id
Ya.. saya memang senang memandang langit yang tampak biru. Begitu luas, begitu cerah, seolah tanpa batas. Ya.. saya juga suka duduk di tepi pantai atau laut, tanpa alas kaki, hanya untuk memandang air birunya yang tampak tenang. Mungkin karena alasan itu, saya suka dengan biru.

Tapi, bukankah langit tidak selalu berwarna biru? Bukankah terkadang dia berubah memerah ketika senja, bahkan menghitam ketika malam? Bukankah terkadang dia juga berubah menjadi kelabu, dan menurunkan derasnya hujan?


Begitu juga laut, bukankah air birunya tidak selalu tampak tenang? Bukankah terkadang dia berulah menjadi riak-riak kecil, kemudian menghanyutkan? Atau bahkan mengganas menjadi gelombang besar?

Ya.. tak ada yang mustahil ketika Sang Maha Pencipta sudah berkehendak. Seisi bumi ini saja berada dalam genggaman-Nya, termasuk kita. Kekuasaan-Nya memang tidak terbantahkan.
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.”   Q.S. Al-Baqarah: 117.

Tak ubahnya seperti hidup kita ini. Bukankah untuk menikmati indahnya pagi, kita harus melewati malam yang mungkin mencekam? Bukankah untuk menikmati langit biru yang cerah, kita harus melewati senja yang memerah, bahkan malam yang menghitam? Bukankah untuk menikmati air laut yang tenang, kita harus sabar menunggu redanya gelombang pasang? Dan bukankah ketika segala sesuatu itu terjadi, itu berarti Allah mengizinkan itu terjadi? Dan pasti pula, tak ada satupun kejadian di dunia ini yang luput dari hikmah.

Hhhmmm.. Apapun yang akan kita hadapi nanti di tengah gelapnya malam atau di tengah gelombang pasang, hadapi dengan senyuman! Karena Allah akan selalu bersama orang-orang yang sabar dan meminta pertolongan pada-Nya. Dia yang akan memberikan cahaya-Nya untuk meniti gelapnya malam, atau menaklukkan gelombang pasang. Yakinlah, setelah semua tantangan ini berlalu, kita akan bertemu kembali dengan cerahnya mentari dan langit biru. Percayakan saja semua pada-Nya! Bukankah Dia pencipta skenario yang amat hebat?


Dear Langit,
Aku tahu kau bahkan tak selalu biru
Tapi demi birumu pula
Aku berjanji akan selalu
Mencipta biru dalam langkahku
Secerah birumu
Seindah gradasi yang terlukis di wajahmu

Bukankah kita selalu bisa…
…mencipta biru sendiri?

Selama percaya DIA
Adakah yang tidak bisa tercipta?


Make Your Dreams Happen!
azaleav.com

Kututup bulan ini dari birunya hati. Kusambut bulan baru, dengan cerahnya gradasi biru langkahku. Make Your Dreams Come True! :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...