14 Januari 2017

Label Halal


"Ma, ini jajannya ada bunder-bundernya", kata Keenan
"Oiya? Mana?", tanya saya
"Ini lho, ma!", jawabnya sambil menunjukkan sebuah lingkaran berwarna hitam bertuliskan "Halal" dalam huruf arab disertai 3 kata "Majelis Ulama Indonesia" disekelilingnya. 
Ya, logo "Halal" itulah yang sedang diperlihatkan Keenan pada saya.

"Ini aku juga ada ma!", kata Alvin. 
"Kenapa koq harus ada logo halalnya, ma?", tanyanya lagi


"Menurut kakak, kenapa?", saya balik tanya.
"Mmm,, kenapa ya?.. Soalnya Allah suka yang halal.. Hahaha", jawabnya spontan.
"Eh, itu bener lho, kak! Allah suka kalau kita makan makanan yang halal dan baik!"
"Bisa bikin sehat ya, ma?"
"Iya"
"Bikin kuat juga?"
"Betul"
"Nanti kalau beli jajan, dilihat dulu logo halalnya ya, bisa warna hitam, hijau, atau putih!"



*****

Beberapa hari ini, saya memang sedang mengenalkan logo halal pada anak-anak. Ini juga karena insiden beberapa waktu lalu, ibunya ini tanpa sadar menelan cokelat rasa green tea dari teman yang tidak berlabel "Halal". Cokelat itu reflek ditelan karena terbiasa melihat merek cokelat yang dimaksud telah berlabel halal. Sayangnya, ternyata cokelat yang dibawa teman itu oleh-oleh keluarganya dari luar Indonesia. *Ups.. Astagfirullah hal adzim.

Kejadian berikutnya, ibunya ini beberapa kali luput memeriksa kembali makanan dan minuman ringan yang dibawa anak-anak dari minimarket. Hingga suatu hari, tanpa sengaja Keenan minum minuman dari botol bergambar tokoh kartun Pororo. Astagfirullah hal adzim.

Sejak kejadian itu, saya berusaha lebih hati-hati ketika membeli makanan kemasan. Tidak lagi hanya memastikan tanggal kadaluarsa dan kondisi bungkus makanan tersebut, tapi mengawali dulu dengan memeriksa logo halal sebagai screening pertama.

Lebih jauh lagi, kejadian ini juga menjadi pengingat diri untuk saya dan pak suami. Memastikan rezeki yang kami peroleh pun juga halal sumbernya. Demikian juga ketika hendak membelanjakannya. Agar kelak makanan/minuman yang kemudian kami konsumsi menjadi berkah untuk tubuh ini.
“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” (Q.S. Al Maidah :88)


#Portofolio.FBE.Alvin7y7m
#Portofolio.FBE.Keenan4y3m

#ODOPfor99days
#Day8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...