15 Maret 2016

Pepes Pindang Kemangi Bakar


Setelah beberapa hari terkena virus GeGaNa, dan mulai berjuang keras mengusirnya, alhamdulillah akhirnya virus itu berhasil juga diusir, hehehe. Buat yang bingung soal virus GeGaNa dan tips mengusirnya, bisa baca postingan saya disini. So, let's back to the lab! The most favourite place in our house. My kitchen lab, hehehe.

Judulnya sejak muncul rasa enggan memasak beberapa waktu lalu, praktis semua menu di rumah berubah bukan ala saya lagi. Tapi ala orang lain. Mulai dari soto ala Pak Sadi gang sebelah, bakso ala Pak Tik, pepes dan botok ala penjual yang lewat depan rumah, nasi goreng atau mie goreng ala penjual depan gang, bahkan sampai tahu tek ala Bang Kumis. Masakan yang niatnya cuma beli sekali atau dua kali aja, malah berubah jadi berkali-kali. Duh, asli berasa berat di anggaran. *mulai panik lihat duit tinggal beberapa lembar di dompet*


"Bikin pepes pindang dong, dik?", pinta Pak Dirut. Berasa tertampar ketika beliau bilang seperti itu. Ternyata saya baru ngeh, selama beberapa hari Pak Dirut mengkonsumsi masakan yang sama setiap hari. Apa itu? Pepes pindang dan botok tahu tempe. Masakan yang dibeli dari penjual yang lewat depan rumah. Beliau memang suka sekali dengan ikan pindang besek yang dijual di pasar atau tukang sayur. Nggak pernah bosan. Entah itu digoreng, dibikin jadi sarden, dijadiin pepes, bakal tetap habis tak bersisa. 

Nah, biar Pak Dirut nggak kepincut terus sama masakan ala orang lain, mulai deh touchdown pawon lagi. Iyak, pepes pindang. Masakan pertama yang dibuat setelah sembuh dari virus GeGaNa, hehehe. 

Sebenarnya ini eksperimen kedua, sebelumnya sudah pernah bikin. Waktu itu dapat resepnya dari sini. Jika sebelumnya pepes pindang hanya dikukus, kali ini setelah dikukus, lalu saya bakar di wajan anti lengket untuk mengurangi kadar airnya. Alasan berikutnya, supaya semakin sedap pepesnya dengan aroma daun pisang yang terbakar.

Oh iya, buat penikmat ikan pindang seperti Pak Dirut, ada sedikit tips untuk memilih ikan pindang yang baik. Pertama, pilih ikan yang tubuhnya bersih, mulus, dan padat. Kedua, pastikan bau ikan tidak menyengat. Dan yang ketiga, amati kondisi ikan. Kondisi ikan pindang yang baik cenderung kering, tidak basah.

Lantas, seperti ada hasil eksperimen kedua kali ini? This is it.. Pepes Pindang Kemangi Bakar from Kitchen Lab Rumah Agrapana!




Seperti biasa, untuk memudah menyimpan resep di dapur rumah masing-masing, saya tulis resepnya dalam bentuk recipe card berikut : 


Yang tertulis di recipe card diatas, tetap resep ala saya ya! Judulnya menyesuaikan dengan kondisi bahan yang ada di rumah. Untuk resep originalnya bisa diperoleh dari sini

Lantas, apa komentar Pak Dirut setelah makan? Enak dan mantab katanya. Awalnya tak bakar tiga pepes dulu. Maksud hati dua pepes buat Pak Dirut dan satu pepes buat saya. Lha koq pas pulang dari rumah Papa, ketiganya sudah masuk ke piring makan Pak Dirut semua. Haduh, lapar apa doyan? Bakar lagi deh, hehehe. Alhamdulillah, endingnya tetap habis tak bersisa. 

Nah, selamat mencoba!


Estimasi waktu : 60 menit
Tingkat kesulitan : 6/10
Skor Pak Dirut : 8/10


#ODOPfor99days #Day50

(486 kata)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...