10 Februari 2016

Mencuci Piring - Life Skill Experience for Kids (Part 1)


Seorang ibu sedang bersedih. Putri kecilnya yang berusia 3 tahun, tidak lagi excited ketika sang ibu mencuci piring. Ya.. sang putri memang senang sekali membantu ibunya mencuci piring. Tapi maksud hati ini seringkali dianggap sebagai kegiatan ngriwuki. Tapi sang putri tetap senang berada dekat ibunya ketika mencuci piring. Sampai suatu ketika tanpa sengaja sang ibu mengeluarkan kalimat keras yang melukai hati putri kecil ini. "Ibu bilang nggak usah bantu cuci piring! Kamu masih kecil! Lihat! Berantakan semua!", teriak sang ibu. Itulah saat ketika sang ibu begitu kesal terhadap putrinya. Bukannya membantu, namun justru menjatuhkan semua barang yang sedang dicuci. Sejak saat itu sang putri berhenti membantunya. 

Ketika kemudian hari sang ibu bermaksud mengajak putri kecilnya cuci piring lagi, berganti sang ibu yang merasakan kesedihan. "Aku kan masih kecil! Nanti berantakan semua!", jawab sang anak. Sang ibu terkejut. Tak menyangka putri kecilnya mengingat semua perkataannya waktu itu. Sang ibu menangis. Dia menyesalkan kalimat yang pernah keluar dari mulutnya.

*****

Plak! 

Belajar tuh dari ceritanya! Kamu juga seorang ibu! Be a mother with qaulan layyina! 

Ya.. sebuah cerita yang menjadi pelajaran berharga untuk saya. Sebagai ibu, terus terang hingga saat ini masih berusaha keras mengingatkan diri untuk terus berkata lemah lembut kepada kedua putra kami. Bahkan ketika mereka sedang menguji kesabaran saya dengan ulah khas anak-anak. Terus mengingat diri melalui cerita Nabi Musa AS. Nabi Musa AS saja diperintah Allah SWT menggunakan perkataan yang santun dan lemah lembut ketika berbicara dengan Firaun. 

Belajar dari cerita di atas, terkadang tanpa sadar kita sebagai orang tua salah menafsirkan maksud baik anak. Bahkan terkadang kita seringkali gagap memfasilitasi rasa ingin tahu anak. Bukankah mencuci piring bisa jadi kegiatan mengasyikan untuk anak? Bukankah mencuci piring adalah latihan life skill untuk bekal mereka di masa depan?

Saya jadi ingat perkataan seorang narasumber ketika parenting di sekolah Alvin dulu. Beliau menyampaikan, jika kita ingin anak bisa calistung, maka urusan motorik mesti diselesaikan lebih dulu! "Ajak anak-anak latihan cuci piring! Latihan cuci piring bisa menguatkan otot jari dan otot lengan anak, terutama ketika memegang piring atau gelas penuh sabun". 

Alhamdulillah, perkatan narasumber waktu itu benar-benar mengendap di otak. Ketika kemudian Alvin dan Keenan tertarik membantu saya mencuci piring, langsung saya izinkan. Itung-itung sekalian kasih life skill experience buat anak, juga bagian dari latihan kemandirian mereka. Jadi berantakan? Jelas iya, hahaha. Tapi terbayar ketika melihat senyum, juga binar di mata mereka ketika asyik main air. Apalagi Keenan (3 tahun), suka sekali dengan air. Tiap kali ketemu air bawaannya pengen langsung berinteraksi.   


Iseng-iseng saya coba googling manfaat mencuci piring lainnya. Ternyata banyak sekali manfaat mencuci piring untuk anak. Berikut adalah rangkuman manfaat mencuci piring :

  1. Penguatan motorik anak. Mencuci piring melatih otot jari juga otot lengan anak. Ini berguna untuk kegiatan calistung mereka nantinya, terutama ketika menulis.
  2. Life skill experience, sekaligus latihan kemandirian. Anak yang terbiasa melakukan kegiatan mencuci piring setelah makan, cenderung lebih mandiri dan mampu bertanggung jawab. Istilah kerennya terbiasa self help. Dan ternyata Bill Gates, yang katanya salah satu orang terkaya di dunia, tidak malu mengakui kalau dia suka mencuci piring sendiri setelah makan. 
  3. Belajar kebersihan. Mencuci piring bisa menjadi salah satu menu untuk mengenalkan kebersihan kepada anak. Kita bisa mengajarkan cara mencuci piring dengan benar ke mereka. Jadi ingat slogan salah satu sabun detergen. Berani kotor itu baik! hehehe
  4. Mindfullness. Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Florida menyatakan, kegiatan sederhatan seperti kegiatan sederhana seperti mencuci piring sesungguhnya bisa mengantar kita pada mindfulness, kondisi kesadaran penuh yang kerap dikaitkan dengan peningkatan kesehatan, mengurangi tingkat stres, dan bahkan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sensasi dari sabun cuci piring yang lembut, busa yang berbuih, dinginnya temperatur air mengalir saat mencuci, dan permukaan piring yang dicuci dapat membuat rileks pikiran. Selain itu, manfaat kesehatan lain yang didapatkan setelah mencuci piring adalah dapat meningkatkan imun tubuh dan mengurangi level stres pada pikiran.


Sumber 

  1. http://bisnis.liputan6.com/read/825059/orang-paling-kaya-dunia-masih-cuci-piring-sendiri
  2. http://health.liputan6.com/read/2383185/mencuci-piring-bisa-tingkatkan-kesehatan


#ODOPfor99days #Day28


2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum ... Mama para pasukan sholih ^^ I just read ur post n I get the cute quote :
    "Apakah engkau hendak melihat bgmn anak2 tangguh ini lahir ? ... Lihatlah bgmn ibunya gigih menanam ketangguhan itu sepanjang hidupnya" ... Like u sis ^^

    BalasHapus
  2. Waalaikumsalam, Mbak Lya. Waaa.. mampir kesini, silahkan duduk mbak. That's really cute quotes! Wah, pujiannya berlebihan tuh.. I know you did better than me! Salam buat pasukan sholih dan sholihah ya! Hug and kiss for them.. :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...