“Kamu suka warna apa?”, tanya seorang teman
“Biru”, kujawab spontan
“Kenapa?”, tanyanya lagi
“Nggak tahu. Suka aja”, jawabku asal
Sesaat kemudian saya terdiam.
Kenapa ya? Kenapa juga bisa begitu spontan selalu menjawab “biru” sebagai warna favorit? Sejenak saya mencoba membuka file-file dalam otak saya untuk mencari tahu alasannya. Nothing! Ah, entahlah! Mungkin karena seketika itu juga selalu terlintas gambaran langit biru yang cerah, juga laut biru yang tenang. Hhhmmm…warna yang teduh! Seolah memberi energi dan kedamaian tersendiri setiap kali melihatnya.
![]() |
| http://qyusader.blogspot.co.id |
Ya.. saya memang senang memandang langit yang tampak biru. Begitu luas, begitu cerah, seolah tanpa batas. Ya.. saya juga suka duduk di tepi pantai atau laut, tanpa alas kaki, hanya untuk memandang air birunya yang tampak tenang. Mungkin karena alasan itu, saya suka dengan biru.
Tapi, bukankah langit tidak selalu berwarna biru? Bukankah terkadang dia berubah memerah ketika senja, bahkan menghitam ketika malam? Bukankah terkadang dia juga berubah menjadi kelabu, dan menurunkan derasnya hujan?


