Postingan kali ini melanjutkan pembahasan tentang sharing neuroparenting bersama Mbak Euis yang saya ikuti beberapa waktu lalu. Ilmu baru tentang pengasuhan berbasis kerja otak (sel saraf). Untuk tulisan bagian pertamanya bisa dibaca disini.
Kita lanjutkan pembahasan akhir catatan ini dengan mengenali cara kerja otak kerja.
Bismillahirrahmanirrahim
Sharing is caring
*****
Otak manusia pada ukuran normal seberat kurang lebih 1,5 kg. Sementara Albert Einsten, yang dikenal dunia sebagai ilmuwan dengan berbagai penemuannya, termasuk Teori Relativitas, (hanya) memiliki otak seberat 1,3 kg. Otak manusia pada dasarnya seperti alam semesta. Ada bentuk gundukan seperti gunung, bukit, pohon, juga banyak aktivitas di dalamnya. Jika otak manusia dibuka dalam bentuk penampang, maka ukurannya samabl dengan ukuran lapangan bola.
Sepertinya dijelaskan sebelumnya di Bagian 1 bahwa di dalam otak terdapat neuron (sel saraf) yang bertugas untuk membangun otak itu sendiri. Ketika anak berusia 0 - 3 tahun, sentuhan pada 1 neuron bisa menyambung ke 15 ribu neuron yang lain. Sementara ketika anak berusia 3 - 13 tahun, satu sentuhan pada neuron bisa menyambung ke 10 ribu neuron. That's why, ketika anak berusia 0 - 3 tahun perlu dilakukan banyak sentuhan pada neuron. Namun, bukan hanya sentuhan saja yang diperlukan, tapi juga perlu membuat neuron ini mempunyai kualitas baik.
KUALITAS NEURON
Kualitas neuron yang baik ditentukan oleh beberapa hal berikut :
- Gizi atau nutrisi. Proses pembentukan neuron berkualitas A ini dimulai ketika dalam kondisi hamil. Oleh karena itu diperlukan berbagai nutrisi pendukung, seperti asam folat, minyak ikan, makanan bergizi, dll.
- Pengalaman. Perkaya anak dengan pengalaman. Ajak anak bertemu dengan orang-orang sukse dan bahagia dari berbagai profesi. Sejalan dengan hal ini, di dalam Home Based Education terdapat program "Tour de Tallent" ketika anak berusia 0 - 7 tahun. Program yang memang mengkhususkan agar anak pada usia tersebut menjadi kaya wawasan.
- Stimulan emosi. Bagaimana cara menstimulus emosi anak? Pertama, Kenalkan anak dengan berbagai emosi, seperti rasa bahagia, marah, sedih, takut, jijik. Bantu anak mengenali emosi yang sedang mereka alami, dengan banyak latihan bertanya : Kakak lagi sedih? Adik lagi marah? Kedua, bantu mereka menghitung level emosi yang mereka alami. Berikan ukuran level 1 - 10. Untuk apa? Agar orang tua mampu menyikapi emosi yang dirasakan anak, apakah perlu pendampingan orang tua atau tidak. Berdasarkan pengalaman dr. Amir Zuhdi ketika anaknya sedang marah, jika masih dalam level 1 - 5 tidak perlu didampingi. Untuk Level 6 - 10 itu artinya perlu pendampingan orang tua.
- Rangsangan rasio. Berikan selalu tantangan baru buat anak. Kalau ibarat main game tetris, caranya dengam menaikkan tingkat level permainan atau tingkat kesulitannya. Cara lainnya adalah dengan banyak bertanya "Why?". Tujuannya agar kelak mampu memahami hubungan sebab akibat.
- Latihan fisik/olahraga. Khusus latihan fisik/olahraga ternyata bersesuaian dengan olahraga yang diajarkan dalam Sunnah Rasul.
Olahraga terbaik untuk membentuk kualitas neuron yang baik adalah :
Renang.
Renang menurut penelitian berguna untuk melatih batang otak. Pada saat anak berenang, anak akan "dipaksa" untuk segera bereaksi ketika tubuhnya masuk ke dalam air. Anak akan berlatih mengkoordinasikan beberapa bagiamln tubuhnya. Jika anak masih belum berani/takut berenang? Latih secara bertahap dan libatkan orang yang paling dicintai (ayah, ibu, atau keluarga lain).
Berkuda ternyata mampu menstimulus sistem limbik (pengendalian emosi). Ketika berkuda, penunggang "dipaksa" mampu memimpin atau mengendalikan kuda yang ditunggangi. Dan bukan sebaliknya.
Memanah.
Olahraga memanah bertujuan menstimulus neokorteks. Bagian yang berguna untuk kecerdasan kognitif. Menurut sharing waktu itu, jika kesulitan latihan memanah, bisa disubstitusikan dengan olahraga basket. Walaupun mungkin hasilnya tidak maksimal seperti memanah.
MEMPERBANYAK SINAPSIS
Sinapsis adalah bagian dari otak yang berfungsi untuk menghubungkan antar neuron. Semacam jembatan antar neuron. Semakin banyak sinapsis yang terbentuk, maka semakin banyak pula neuron yang terhubung.
Cara memperbanyak sinapsis adalah dengan konsep PERMATA IMAN
PER : PERhatian
Maknanya adalah memberi pengakuan dan penghargaan pada anak. Pengakuan disini artinya memberikan statement konstruktif dari mulut. Bagaimana caranya? Jangan mengungkit kesalahan anak. Berikan lebih banyak pujian juga pelukan pada anak.
Sementara penghargaan disini artinya memberikan statement konstruktif dalam bentuk simbol, contohnya : reward.
MA : MAndiri
Berikan kesempatan anak untuk berbuat salah. It's okay to make mistakes as long as you learn from them.
TA : cinTA
Tunjukkan rasa sayang dan cinta anak kepada anak, melalui perhatian, pujian, pelukan, dll
IN : maIn
Jadikan kegiatan belajar sebagai hal menyenangkan, sama asyiknya sepertinya bermain. Karena sejatinya tugas anak-anak adalah bermain. Mereka belajar melalui bermain.
MAN : nyaMAN
Buatlah kondisi rumah juga lingkungan menjadi ruang nyaman untuk anak, termasuk dengan mengkondisikan diri kita sebagai orang tua menjadi teman nyaman untuk bercerita. Pada dasarnya anak merasa nyaman apabila tidak ada ancaman. Artinya kita mampu mengendalikan diri juga emosi ketika berinteraksi dengan anak, termasuk mampu mengelola amarah.
MENGELOLA MARAH
Marah pada dasarnya diperbolehkan asa pada tempatnya. Paham dengan bijak kapan harus marah.
DAMPAK MARAH BERLEBIHAN :
- Bagi orang tua : ambeien, darah tinggi, kortisol mengendap di lipatan wajah.
- Bagi anak : suka membangkang, tidak taat aturam, egois, muncul respon impulsif, menyalahkan orang lain, sulit membangun team building
LATIHAN MENGELOLA EMOSI
Buat tiga kolom di dalam sebuah kertas :
- Kolom Pertama : Stimulan yang terjadi (anak menangis, perabot pecah, dll)
- Kolom Kedua : Reaksi yang terjadi / reaksi yang kita lakukan
- Kolom Ketiga : Respon yang seharusnya (petunjuk pakar, informasi dari buku, dll)
TIPS MENGAKTIFKAN PRE FRONTAL CORTEKS (KEDERDASAN)
1. Beri tantangan baru pada anak. Misalnya : main puzzle.
2. Beri ruang untuk memilih dan mengambil keputusan.
3. Beri lingkungan atau suasana yang berbeda.
4. Beri pengalamam yang bersifat fisik dan apresiasi.
#ibupembelajar
#ODOPfor99days #Day70

Tidak ada komentar:
Posting Komentar