"Mbak, Alvin demam!"
Sore ini sebuah pesan masuk ke gadgetku. Mungkin bagi beberapa orang ketika mengetahui anaknya demam, mereka masih bisa bersikap tenang. Tapi tidak denganku. Setiap kali mengetahui Alvin demam, semacam diberi warning untuk waspada. Bayangan kejang demam di masa lalu selalu saja muncul. Astagfirullah hal azdim. *menghela napas panjang*
"Mamaaaaa.. Mamaaaaa.. Mamaaaaa..", tangisannya semakin menjadi-jadi ketika dia tahu aku sedang menelpon ibuku. Rasa panik seketika menjalariku setelah mendengar tangisannya. Gagal deh SOP pertama Emergency First. Jangan panik! Hadeeehhh.. *tutup muka*
Oke, panic! Stop! Go away!, kataku mencoba menenangkan diri. Sepanjang perjalanan pulang kuganti rasa panik dengan kalimat istighfar. Astagfirullah hal adzim.
Alhamdulillah, sampai di rumah aku pun sudah dalam kondisi tenang. Kulihat Alvin berbaring di tempat tidur. Kuraba kepalanya. Kuukur suhunya. Hhhhmmm.. 38,8. derajat. "Yuk kak, minum obat dulu yuk!, kataku kemudian. Kusegerakan memberinya obat penurun panas. Kunaikkan suhu udara di kamarnya, lalu kuseka lipatan-lipatan tubuhnya. Setelah itu kuberikan banyak minum agar tidak dehidrasi. Ya Allah Yang Maha Penyembuh, mohon beri kesembuhan pada putraku. Angkatlah semua penyakitnya Ya Rabb. Amin ya rabbal 'alamin. Beberapa waktu kemudian, dia pun tertidur dan suhu tubuhnya mulai menurun. Alhamdulillah.
- Mengukur suhu tubuh dengan termometer. Pengukuran suhu dengan cara menempelkan tangan di kepala dan pipi sangat tidak efektif.

- Kompres tubuh dengan air hangat (jika perlu). Biasanya saya akan menyeka bagian tubuh yang terlihat, terutama pada lipatan-lipatan tubuhnya.
- Berikan obat penurun panas, jika perlu.
- Pastikan suhu ruangan cukup nyaman untuk anak.
- Ganti baju anak dengan baju yang ringan dan menyerap keringat.
- Berikan banyak minum agar anak tidak dehidrasi.
- Monitor terus suhu tubuh anak serta amati gejala lain yang mungkin timbu.
- Segera bawa ke dokter apabila perlu.
***
Siapa yang mau anaknya demam? Pasti nggak ada yang mau kan? Nah, untuk itu perlu penangan secara cepat dan tepat untuk mengatasi demam. Berikut adalah artikel dari doktersehat.com yang bisa dipelajari ketika anak sedang demam :
Pengertian demam
Demam merupakan bentuk reaksi yang menandakan adanya infeksi dalam tubuh. Normalnya suhu badan seseorang sekitar 37 ºC. Seseorang dapat digolongkan menderita demam bila suhu tubuhnya lebih tinggi dari 38 ºC. Dalam keadaan normal suhu tubuh paling tinggi terjadi pada pukul 4 sore dan paling rendah pada pukul 4 pagi.
Berbeda dengan orang dewasa pada umumnya, sedikit saja peningkatan suhu tubuh bayi di bawah usia 1 tahun bisa saja menandakan adanya infeksi. Pada bayi yang baru lahir, suhu tubuh yang lebih rendah dari normal juga bisa menandakan adanya penyakit serius.
Gejala
Demam biasanya juga disertai dengan beberapa gejala tergantung dari penyebabnya. Berikut ini beberapa gejala yang sering menyertai demam:
- Sakit kepala
- Menggigil
- Nyeri otot
- Berkeringat
- Lemas
- Nafsu makan menurun
- Dehidrasi
- Demam yang suhunya lebih dari 39 ºC biasanya dapat menyebabkan kejang dan halusinasi.
Pemeriksaan
Termometer merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur suhu tubuh. Kini ada berbagai tipe termometer yang bisa Anda gunakan. Ada termometer yang mengukur suhu tubuh melalui dubur, liang telinga, atau mulut. Namun, kini termometer yang memakai air raksa sudah mulai ditinggalkan karena bisa menimbulkan risiko bila termometer pecah dan mengeluarkan air raksa.
Kebiasaan mengukur suhu tubuh dengan menempelkan punggung atau telapak tangan pada dahi dan pipi tidak akan mendapatkan hasil yang akurat. Sebaiknya ukur suhu tubuh dengan termometer melalui mulut, dubur, atau di bawah ketiak.
Cara mengukur suhu tubuh melalui dubur bayi:
- Oleskan pelumas atau jeli pada ujung termometer
- Letakkan bayi dengan posisi tengkurap
- Masukkan ujung termometer sedalam 3,5 cm ke dalam dubur bayi
- Tunggu selama 3 menit, biarkan bayi tetap dalam posisi tengkurap
- Ambil termometer dari dubur lalu baca hasilnya
Cara mengukur suhu tubuh melalui mulut:
- Letakkan ujung termometer di bawah lidah
- Diamkan selama 3 menit dalam kondisi mulut tertutup rapat
- Ambil termometer dariu mulut lalu baca hasilnya
Cara mengukur suhu tubuh di bawah ketiak:
- Letakkan termometer di bawah ketiak dengan posisi lengan ke arah bawah
- Silangkan lengan di depan dada
- Tunggu selama 5 menit
- Ambil termometer lalu baca hasilnya
Pengobatan
Bila hasil termometer menunjukkan bahwa Anda terbukti demam, sebaiknya lakukan tindakan yang sesuai dengan suhu tubuh Anda seperti berikut ini:
Bila suhu tubuh yang tidak melebihi 38,9 ºC maka tidak memerlukan obat penurun demam.
Untuk info ini mohon pantau kondisi anak. Gunakan insting ibu apakah benar-benar perlu obat penurun demam saat itu juga atau belum.
Bila suhu tubuh lebih dari 38,9 ºC maka berikan obat penurun demam seperti paracetamol atau acetaminofen dengan dosis 10-15 mg/kg berat badan tiap kali minum.
Jangan berikan aspirin pada anak-anak karena dapat menyebabkan efek samping yang dapat menyebabkan kematian
Saat demam tubuh memerlukan banyak cairan. Tiap kenaikan suhu 1 ºC tubuh memerlukan cairan sebanyak 12,5%. Itulah alasan mengapa saat demam penderita disarankan untuk banyak minum agar tidak kekurangan cairan.
Pada kasus-kasus seperti di bawah ini sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, yaitu:
- Adanya gangguan kesadaran
- Kaku pada leher dan nyeri kepala saat menunduk
- Terus menrus muntah
- Nyeri saat buang air kecil
- Nyeri dada atau sulit bernapas
- Suhu dubur bayi berusia kurang dari 3 bulan, lebih dari atau sama dengan 38 ºC
- Suhu dubur bayi berusia lebih dari 3 bulan, lebih dari atau sama dengan 38,9 ºC
- Demam lebih dari 1 hari pada anak berusia kurang dari 2 tahun
- Demam lebih dari 3 hari pada anak usia 2 tahun atau lebih
- Bayi yang baru dilahirkan dengan suhu dubur kurang dari 38,1 ºC
- Demam lebih dari 3 hari yang terjadi pada orang dewasa dengan suhu dubur lebih dari 39,4 ºC.
- Waspadai jika demam disertai gejala-gejala seperti: sakit kepala berat, pembengkakan hebat pada tenggorokan, ruam kulit, mata menjadi sensitif terhadap cahaya terang.
Yang paling penting ketika menghadapi anak sakit, SOP Pertama adalah "Jangan Panik!". Amati kondisi anak dan segera berikan pertolongan pertama!
Semoga bermanfaat! :)
Referensi :
www.doktersehat.com
#ODOPfor99days #Day 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar